Jumat, 02 Mei 2014
KAITAN TEORI PSIKOLOGY DASAR DENGAN CONTOH CERITA DALAM FILM “MIRACLE WORKER”
Music by William Goldstein
Film editor : maryann Brandon
Production designer :Lindsey hermer bell
Director of photography : david parker, A.C.S
Produced by : suzy beugen-bishop
Executive producer : charles hischhorn, peter M. green
Teleplay by : monte merrick
Based upon the play by : William Gibson
Directed by : nadia tass
Casting by : donna Rosenstein, C.S.A
Unit production manager : nan skiba
First assistant director : david Robertson
Second assistan director : rose Tedesco
Costume designer : chris hargadon
Set decorator : odetta Stoddard
Script supervisor : patricia lambkin
Horses and carriages : Thomas bishop
Property master : Michael tawton
Key make up : Sandra moorc
Hair staylist : cathy shibley
Production coordinator : nicki skinner
Canadian casting : john Buchan
Unit manager : joe barzo
Transportation coordinator : orest muz
Production sound mixer : rob sherer
Lab services : the lab
Thelecine : magnetic north
Post production : digital magic company
Visual effects by : gajdecky
Post production sound : Buena vista sound
FOUNTAIN PRODUCTION
WALT DISNEY
Helen keller adalah gadis tunarungu,tunawicara,dan tunanetra yang dikarenakan kecelakaan saat Helen berumur 8 bulan, tak banyak hal yang dapat ia lakukan kecuali merasa marah,menendang,mengamuk,dan bertindak semaunya. Nyonya katerine adalah ibu yang sangat menyayanginya meski Helen hanya dapat berbuat ulah. Setiap kali Helen berulah ia hanya dapat tenang sementara ketika seseorang memberikannya permen.
Suatu hari nyonya katerine berharap ada keajaiban pada Helen dengan mendatangkan guru dan pengasuh untuk Helen yaitu nona anne Sullivan yang seorang guru kebanggaan dari perkins institute for the blind dan terus berharap gurunya ini dapat mengajari Helen menjadi pribadi yang berbeda, namun nona anne juga mempunyai masa lalu yang rumit sehingga dia mempunyai sikap yang agak kasar dan disiplin. pada awalnya nona anne pesimis dapat mengajari anak dengan kebutuhan khusus seperti kasus Helen karna sikapnya yang tidak sabaran. Tapi ia tetap menerima tawaran tersebut karna menganggap itu sebuah tantangan baginya.
Kedatangan nona anne disambut hangat oleh keluarga keller tapi ternyata cara mengajar nona anne sangat kasar dan tidak sabar sehingga membuat keluarga keller tak tega melihat Helen tapi nona anne beranggapan bahwa keluarga keller terlalu memanjakan Helen seperti saat Helen makan dengan tidak sopan menggunakan kedua tangannya dan memasukkan semua makanan yang ia pegang kedalam mulutnya saat ia lapar.
Awalnya sangat sulit mengajari Helen karna ia penuh dengan kemarahan tapi hal itu tak membuat nona anne pantang mundur mengajari Helen berperilaku sopan dan mengajari helen berbagai kosakata yang ia ajarkan dengan cara menempelkan tangannya yang membentuk huruf-huruf di telapak tangan Helen, tapi nona anne menganggap cara mengajarnya kurang efektif karna ia selalu diawasi oleh keluarga keller, maka dari itu kemudian nona anne meminta 2 minggu penuh bersama Helen di pondok kecil yang jauh dari keluarga kellen, meskipun dengan berat hati akhirnya keluarga kellen mengijinkan nona anne bersama Helen selama 2 minggu penuh.
Selama 2 minggu nona anne bersama Helen, banyak kosakata yang Helen pelajari seperti air,bunga,daun,telur. juga banyak perubahan sikap yang terjadi pada Helen seperti makan dengan sendok,duduk dengan tenang,menjahit dan lain-lain. Tapi nona anne beranggapan waktu 2 minggu kurang untuk mengajar Helen tapi keluarga keller tak mengijinkan waktu lebih banyak untuk nona anne meskipun nona anne belum merasa puas dengan perkembangan Helen terkadang nona Anne memberikan Hellen kue atau permen sebagai hadiah atas pembelajaran yang telah dilewati salama satu hari meskipun perkembangannya tidak teralu baik agar Hellen merasa tenang dan senang.
2 minggu setelah waktu yang ia lewati bersama Helen akhirnya Helen dijemput oleh keluarga keller dan membuat nona anne merasa keberatan meskipun begitu nona anne tidak dapat melanggar perjajiannya dengan keluarga keller.
Hari pertama kepulangan Helen ke rumahnya kembali membuat keluarga keller senang atas kemajuan pesat yang dialami Helen tapi saat akan makan Helen menolak memakai serbet dan membuangnya serta menyiram nona anne dengan air sehingga membuat nona anne geram dan menggendong Helen keluar rumah untuk memompa air lagi dan saat air yang dari pompa mengalir membasahi tangan helen sebuah keajaiban terjadi,Helen dapat mengeja air(w-a-t-e-r) dengan benar dan kemudian ia dapat mengeja benda lain dengan benar serta dapat membedakannya. Helen juga dapat mengeja ibu (m-o-t-h-e-r), guru (t-e-a-c-h-e-r),dan p-a-p-a. semua keajaiban itu membuat nona anne dan keluarga keller sangat bahagia.
Anne Sullivan terus menjadi guru Helen seumur hidupnya. Helen keller lulus dari Radcliff college dengan gelar kehormatan dan menjadi pengacara ternama di dunia dalam masalah persamaan social. Dia dianugerahi medali kehormatan dari president.
KAITAN KASUS DENGAN TEORI-TEORI DALAM PSIKOLOGY
TEORI PRESEPSI DAN SENSASI
• Sensasi : proses mekanisme sensorik terhadap stimuli
Kaitan dalam kasus : hellen keller menyentuh air dan mencium bau bunga.
• Presepsi : sekumpulan tindakan mental yg didahului oleh proses penginderaan dan mengatur impuls2 sensorik menjadi suatu pola bermakna
kaitan dalam kasus :Helen keller dapat mengeja water(w-a-t-e-r) setelah menyentuh air dan menyimpulkan benda yang ia sentuh tersebut meupakan air.
TEORI MOTIVASI
Motivasi : faktor yang mengarah dan memberikan energi pada manusia dan organisme lainnya.
• Teori pendekatan insting (proses belajar)
Kaitan dalam kasus : Helen keller belajar mengeja setiap benda-benda yang ia sentuh.
• Teori pendekatan drive reduction (dorongan primer dan sekunder)
Kaitan dalam kasus : Helen keller akan melahap semua makanan yang ia pegang dikedua tangannya saat ia merasa lapar.
• Teori pendekatan arousal (Keyakinan bahwa kita mencoba mempertahankan level stimulasi & aktivitas tertentu dgn meningkatkan atau menurunkannya sesuai dgn yg dibutuhkan).
Kaitan dalam kasus : nona Anne Sullivan ingin mengubah cara Hellen bersikap yang kasar dan penuh kemarahan, agar ia dapat bersikap sopan dengan mengajarinya segala hal.
• Teori pendekatan insentif (keinginan external)
Kaitan dalam kasus: meskipun sudah kenyang, hellen keller tetap tergoda untuk makan permen saat ia marah.
• Teori pendekatan kognitif (pengaruh dari harapan dari dalam diri sendiri)
Kaitan dalam kasus : nyonya katerine (ibu hellen) berharap ada keajaiban pada Helen dengan mendatangkan guru dan pengasuh untuk Helen yaitu nona anne Sullivan yang seorang guru kebanggaan dari perkins institute for the blind dan terus berharap gurunya ini dapat mengajari Helen menjadi pribadi yang berbeda.
TEORI BELAJAR
Belajar : proses dimana suatu aktifitas berasal atau berubah melalui reaksi pada situasi yang ditemui.
Pengkondisian klasik : sebuah perubahan yang relative menetap dalam perilaku ( atau yang berpotensi sebagai perilaku akibat dari pengalaman)
Prinsip dalam kondisioning klasik
• Ekstinksi : respon yang kemudian dihilangkan
Kaitan dalam kasus : ketika hellen mengamuk, ia akan mendapatkan permen namun saat proses pembelajaran yang dilakukan nona anne meskipun saat hellen mengamuk ia tidak akan mendapatkan permen maka, tapi saat hellen menurut kepada nona anne ia akan mendapatkan permen maka, untuk mendapatkan permen lagi hellen harus menurut pada nona anne.
• Generalisasi : ketika mempelajari respon terkondisi terhadap stimulus baru ada respon yang sama terhadap stimulus yang serupa.
Kaitan dalam kasus : Hellen merasa tenang saat diberi permen atau kue.
Rabu, 23 April 2014
WISATA PASIR PUTIH
Destinasi Utama Wisata Bahari Situbondo
Kota situbondo merupakan salah satu kota yang terletak di daerah pesisir pulau jawa dan berbatasan langsung dengan tiga kabupaten yaitu probolinggo, bondowoso, dan banyuangi. Perekonomian di kota ini terlihat aktif dengan letaknya yang strategis di tengah transportasi Jawa-Bali dan dikelilingi dengan banyak perkebunan seperti perkebunan tembakau, tebu, dan kopi luwak. Situbondo mempunyai pelabuhan panarukan yang terkenal sebagai ujung timur dari jalan raya pos anyer-panarukan yang dibangun oleh Daendels pada era kolonial Belanda. Situbondo juga terkenal dengan banyaknya usaha-usaha perikanan dan kerajinan hasil laut yang sesuai dengan lokasi situbondo yang sepanjang kotanya mempunyai wilayah pesisir dengan banyak wisata bahari.
Salah satu destinasi wisata bahari situbondo adalah pantai pasir putih di kecamatan bungatan kabupaten Situbondo dengan berbatasan langsung dengan wisata hutan lereng gunung Ringgit. Harga tiket masuk untuk anak kecil berkisar antara tiga ribu rupiah hingga lima ribu rupiah, untuk dewasa dari tujuh ribu rupiah hinggaa delapan ribu rupiah, sedangkan untuk rombongn keluarga degan menggunakan mobil lebih murah yaitu sepuluh ribu rupiah dan tidak dihitung per-orangan.
Wisata pantai ini sesuai dengan namanya pantainya memanglah sangat putih bersih dengan hamparan birunya air laut selat Madura yang menghampar dan dengan ber-background barisan pohon kelapa, cemara udang dan lereng gunung Riggit serta rimbunnya hutan jati dengan banyak satwa liar seperti kera atau lutung yang terkadang tak malu untuk memperlihatkan diri di atas pohon atau bahkan turun ke tepian jalan raya pantura.
Air laut yang tenang dan jarangnya ombak besar membuat wisata pantai pasir putih selalu menjadi destinasi wisata keluarga favorit karena dianggap lebih aman khususnya anak-anak bagi warga lokal di Situbondo dan Bondowoso di hari libur lebih-lebih di hari besar seperti lebaran dan tahun baru para pengunjung akan meningkat 90 persen dari hari biasa hingga kadang membuat macet jalan raya pantura.
Penjual sate ayam, lontong sayur, aneka sea food, aneka es dari bahan dasar kelapa muda, dan masih banyak yang lainnya menjadi surga kuliner para pelancong dari dalam maupun luar daerah yang dapat dinikmati bersama keluarga di gazebo kecil yang tersedia, di tepi pantai dengan menggunakan tikar sewaan, atau di dermaga kayu yang menjadi tempat favorit untuk menikmati keindahan laut pasir putih.
Banyak fasilitas bermain favorite yang dapat dinikmati seperti naik perahu bersama keluarga, menikmati indahnya terumbu karang yang memanjang hingga radius empat kilo meter dengan menggunakan kaca/glass boat, diving, menyelam, berkano, berenang, mengapung dengan pelampung/ ban jumbo, berlayar/sailing cross, memancing, berenang di kolam renang air tawar, serta berbagai jenis olahraga air yang telah disediakan dengan tariff sewa mulai dari 5 ribu rupiah untuk satu ban jumbo hingga harga terjangkau lainnya untuk menyewa peralatan olahraga air. Sensasi unik mengapung di pantai pada malam hari juga merupakan daya tarik bagi beberapa turis mancanegara karena kehangatan air lautnya meskipun pada malam hari dengan arusnya yang tenang.
Sunset di pasir putih juga tak kalah indahnya dengan sunset di pulau dewata Bali, apalagi dengan topograi unik pantainya yang melengkung yang menghadap ke laut membentuk gugusan panorama yang indah pada sore hari.
Terdapat beberapa spot gugusan terumbu karang yang menjadi tujuan para penyelam untuk memuaskan rasa penasaran mereka. Tiga gugusan berada tak jauh dari daratan yaitu gugusan watu lawang, teluk pelita, dan karang mayit. Ketiganya terletak berdekatan dengan kedalaman yagng bervariasi antara tiga hingga lima belas meter, disini terlihat jelas dengan mata yang tidak memakai alat bantu apa-apa terumbu karang berwarna-warni dan hewan-hewan laut berpori, bintang laut dan banyakya ikan yang berwarna-warni pula seakan seragam dengan terumbu karangnya.
Gugusan lain terletak lebih jauh dari daratan, gugusan ini terletak ditengah laut dan biasanya dijangkau dengan perahu motor selama dua jam. Gugusan ini dalah gugusan kembangsambi dan takat palapa yang menjadi rumah bagi siput laut (nudibranch chromodoris) dan penyu sisik yang dilindungi karena kelangkaannya.
Untuk menikmati indahnya gugusan terumbu karang ini tak perlu menjadi penyelam handal. Beberapa klub selam professional siap memandu para wisatawan untuk menyelam dan memanjakan mata dengan keindahan bawah laut pasir putih. Para peneliti dari badan peneliti ilmu kelautan dan perikana Situbondo serta para pecinta lingkungan juga rutin berkunjung untuk menanam terumbu karang baru dan mengganti terumbu karang yang rusak karena factor alam maupun karena ulah manusia.
Penjual aneka souvenir khas pasir putih juga sangat banyak, hamper di setiap sudut pantai ini bisa ditemukan para penjual pernak-pernik khas pasir putih seperti kerajinan tangan dari kerang-kerangan seperti gantungan kunci, figura foto, cermin, korden, accessories dari bahan mutiara budiaya seperti kalung, gelang, anting, cincin, miniature kapal selam dalam botol, beragam model baju pantai, baju renang, dan msih banyak lagi yang bisa dibeli dengan harga sangat terjangkau.
Bagi para wisatawan yang akan menginap terdapat banyak hotel, penginapan, serta motel yang banyak disediakan mulai dari harga yang relative murah hingga yang mempunyai fasilitas lengkap dengan harga dua sampai tiga ratus ribu per-malam atau bagi para wisatawan yang ingin berkemah, terdapat arena perkemahan yang terletak berdampingan dengan kantor perhutani dan taman bermain.
Berbagai pertunjukan seperti konser atau pertunjukan budaya sering diadakan di pasir putih dengan berbagai event seperti event petik laut misalnya yang diadakan pada bulan oktober setiap tahunnya dan bisa berlangsung selama satu hari satu malam bahkan kadang sampai tiga hari tiga malam. Acara ini dilakukan dengan upacara larung sesaji ke laut dengan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas rejeki yang melimpah pada satu tahun sebelumnya.
Acara ini sekaligus menjadi ajang pariwisata dan budaya yang mencerminkan masyarakat Situbondo dengan kekompakan dan kebersamaan para warga yang menyemarakkan acara dengan meriah tanpa adanya perselisihan dan pertikaian. Dalam acara ini dilangsungkan sebuah larung sesaji dimana Sesaji yang dilarung meliputi alat rumah tangga, peralatan dapur, beberapa potong pakaian dan sarung, buah-buahan, dan yang terakhir adalah kepala sapi yang merupakan sesaji paling utama dan paling wajib. Semua sesaji ini diletakkan pada wadah berbentuk menyerupai perahu yang dibuat dengan menggunakan batang pisang dan dihias menggunakan kain warna warni atau bunga-bungaan yang dirangkai sedemikian rupa sehingga terlihat lebih menarik.
Sesaji yang telah siap dengan semua kelengkapan dan hiasannya kemudian “diselameti” dengan doa-doa dari para tetuah desa atau jika di desa yang mayoritas muslim biasannya diselameti dengan pembacaan ayat-ayat Al-Quran dan pembacaan doa-doa dari ustad atau kiai. Setelah ritual pembacaan doa selesai acara larung sesaji siap dilaksanakan. Sebelum dilarung biasanya sesaji diarak oleh perahu-perahu hias yang mengikuti lomba perahu hias mengelilingi beberapa gugusan pantai yang jaraknya hanya satu kilo dari tempat awal sesaji diarak. Sesaji diarak dengan ditarik menggunakan perahu nelayan yang paling besar yang biasa disebut sebagai “salerek” pada masyarakat madura. Setelah arak-arakan telah dianggap cukup dengan mengitari gugusan pantai selama dua atau tiga kali putaran maka sesaji siap untuk dilarung ke laut dengan meriah dan teriakan kebahagiaan para masyarakat yang ikut dalam acara larung sesaji dengan menaiki perahu-perahu hias para nelayan.
Wisata pasir putih juga sangat berpengaruh pada masyarakat sekitarnya seperti pada masyarakat desa pasir putih, bungatan, blitok, mlandingan, dan selomokti yang sebagian kecil menjadi produsen tetap dan pengrajin sovenir khas pasir putih. Mereka menggantungkan nasib dengan menjual produk rumahan mereka pada beberapa toko sovenir di pasir putih atau beberapa dari mereka mempunyai toko sendiri di tempat pariwisata tersebut. Namun untuk satu tahun terakhir pembangunan pasir putih yang mulai menurun kualitasnya membuat tempat wisata ini semakin sepi sehingga para produsen ini terancam gulung tikar dan mulai menjual hasil produksinya keluar jawa seperti Bali dan Lombok dan tidak hanya menjualnya di pasir putih saja.
Menurunnya kualitas destinasi pariwisata situbondo ini membuat pemerintah kota tidak diam saja, pada tahun 2014 muai diadakan pembangunan dan renovasi pada wisata ini secara berkala untuk memikat para wisatawan kembali dan menjadikan parir putih tetap dikenal dengan keindahannya. Pembangunan ini mulai terlihat dengan adanya perenovasian dermaga dan beberapa hotel serta penambahan fasilitas umum.
Destinasi Utama Wisata Bahari Situbondo
Kota situbondo merupakan salah satu kota yang terletak di daerah pesisir pulau jawa dan berbatasan langsung dengan tiga kabupaten yaitu probolinggo, bondowoso, dan banyuangi. Perekonomian di kota ini terlihat aktif dengan letaknya yang strategis di tengah transportasi Jawa-Bali dan dikelilingi dengan banyak perkebunan seperti perkebunan tembakau, tebu, dan kopi luwak. Situbondo mempunyai pelabuhan panarukan yang terkenal sebagai ujung timur dari jalan raya pos anyer-panarukan yang dibangun oleh Daendels pada era kolonial Belanda. Situbondo juga terkenal dengan banyaknya usaha-usaha perikanan dan kerajinan hasil laut yang sesuai dengan lokasi situbondo yang sepanjang kotanya mempunyai wilayah pesisir dengan banyak wisata bahari.
Salah satu destinasi wisata bahari situbondo adalah pantai pasir putih di kecamatan bungatan kabupaten Situbondo dengan berbatasan langsung dengan wisata hutan lereng gunung Ringgit. Harga tiket masuk untuk anak kecil berkisar antara tiga ribu rupiah hingga lima ribu rupiah, untuk dewasa dari tujuh ribu rupiah hinggaa delapan ribu rupiah, sedangkan untuk rombongn keluarga degan menggunakan mobil lebih murah yaitu sepuluh ribu rupiah dan tidak dihitung per-orangan.
Wisata pantai ini sesuai dengan namanya pantainya memanglah sangat putih bersih dengan hamparan birunya air laut selat Madura yang menghampar dan dengan ber-background barisan pohon kelapa, cemara udang dan lereng gunung Riggit serta rimbunnya hutan jati dengan banyak satwa liar seperti kera atau lutung yang terkadang tak malu untuk memperlihatkan diri di atas pohon atau bahkan turun ke tepian jalan raya pantura.
Air laut yang tenang dan jarangnya ombak besar membuat wisata pantai pasir putih selalu menjadi destinasi wisata keluarga favorit karena dianggap lebih aman khususnya anak-anak bagi warga lokal di Situbondo dan Bondowoso di hari libur lebih-lebih di hari besar seperti lebaran dan tahun baru para pengunjung akan meningkat 90 persen dari hari biasa hingga kadang membuat macet jalan raya pantura.
Penjual sate ayam, lontong sayur, aneka sea food, aneka es dari bahan dasar kelapa muda, dan masih banyak yang lainnya menjadi surga kuliner para pelancong dari dalam maupun luar daerah yang dapat dinikmati bersama keluarga di gazebo kecil yang tersedia, di tepi pantai dengan menggunakan tikar sewaan, atau di dermaga kayu yang menjadi tempat favorit untuk menikmati keindahan laut pasir putih.
Banyak fasilitas bermain favorite yang dapat dinikmati seperti naik perahu bersama keluarga, menikmati indahnya terumbu karang yang memanjang hingga radius empat kilo meter dengan menggunakan kaca/glass boat, diving, menyelam, berkano, berenang, mengapung dengan pelampung/ ban jumbo, berlayar/sailing cross, memancing, berenang di kolam renang air tawar, serta berbagai jenis olahraga air yang telah disediakan dengan tariff sewa mulai dari 5 ribu rupiah untuk satu ban jumbo hingga harga terjangkau lainnya untuk menyewa peralatan olahraga air. Sensasi unik mengapung di pantai pada malam hari juga merupakan daya tarik bagi beberapa turis mancanegara karena kehangatan air lautnya meskipun pada malam hari dengan arusnya yang tenang.
Sunset di pasir putih juga tak kalah indahnya dengan sunset di pulau dewata Bali, apalagi dengan topograi unik pantainya yang melengkung yang menghadap ke laut membentuk gugusan panorama yang indah pada sore hari.
Terdapat beberapa spot gugusan terumbu karang yang menjadi tujuan para penyelam untuk memuaskan rasa penasaran mereka. Tiga gugusan berada tak jauh dari daratan yaitu gugusan watu lawang, teluk pelita, dan karang mayit. Ketiganya terletak berdekatan dengan kedalaman yagng bervariasi antara tiga hingga lima belas meter, disini terlihat jelas dengan mata yang tidak memakai alat bantu apa-apa terumbu karang berwarna-warni dan hewan-hewan laut berpori, bintang laut dan banyakya ikan yang berwarna-warni pula seakan seragam dengan terumbu karangnya.
Gugusan lain terletak lebih jauh dari daratan, gugusan ini terletak ditengah laut dan biasanya dijangkau dengan perahu motor selama dua jam. Gugusan ini dalah gugusan kembangsambi dan takat palapa yang menjadi rumah bagi siput laut (nudibranch chromodoris) dan penyu sisik yang dilindungi karena kelangkaannya.
Untuk menikmati indahnya gugusan terumbu karang ini tak perlu menjadi penyelam handal. Beberapa klub selam professional siap memandu para wisatawan untuk menyelam dan memanjakan mata dengan keindahan bawah laut pasir putih. Para peneliti dari badan peneliti ilmu kelautan dan perikana Situbondo serta para pecinta lingkungan juga rutin berkunjung untuk menanam terumbu karang baru dan mengganti terumbu karang yang rusak karena factor alam maupun karena ulah manusia.
Penjual aneka souvenir khas pasir putih juga sangat banyak, hamper di setiap sudut pantai ini bisa ditemukan para penjual pernak-pernik khas pasir putih seperti kerajinan tangan dari kerang-kerangan seperti gantungan kunci, figura foto, cermin, korden, accessories dari bahan mutiara budiaya seperti kalung, gelang, anting, cincin, miniature kapal selam dalam botol, beragam model baju pantai, baju renang, dan msih banyak lagi yang bisa dibeli dengan harga sangat terjangkau.
Bagi para wisatawan yang akan menginap terdapat banyak hotel, penginapan, serta motel yang banyak disediakan mulai dari harga yang relative murah hingga yang mempunyai fasilitas lengkap dengan harga dua sampai tiga ratus ribu per-malam atau bagi para wisatawan yang ingin berkemah, terdapat arena perkemahan yang terletak berdampingan dengan kantor perhutani dan taman bermain.
Berbagai pertunjukan seperti konser atau pertunjukan budaya sering diadakan di pasir putih dengan berbagai event seperti event petik laut misalnya yang diadakan pada bulan oktober setiap tahunnya dan bisa berlangsung selama satu hari satu malam bahkan kadang sampai tiga hari tiga malam. Acara ini dilakukan dengan upacara larung sesaji ke laut dengan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas rejeki yang melimpah pada satu tahun sebelumnya.
Acara ini sekaligus menjadi ajang pariwisata dan budaya yang mencerminkan masyarakat Situbondo dengan kekompakan dan kebersamaan para warga yang menyemarakkan acara dengan meriah tanpa adanya perselisihan dan pertikaian. Dalam acara ini dilangsungkan sebuah larung sesaji dimana Sesaji yang dilarung meliputi alat rumah tangga, peralatan dapur, beberapa potong pakaian dan sarung, buah-buahan, dan yang terakhir adalah kepala sapi yang merupakan sesaji paling utama dan paling wajib. Semua sesaji ini diletakkan pada wadah berbentuk menyerupai perahu yang dibuat dengan menggunakan batang pisang dan dihias menggunakan kain warna warni atau bunga-bungaan yang dirangkai sedemikian rupa sehingga terlihat lebih menarik.
Sesaji yang telah siap dengan semua kelengkapan dan hiasannya kemudian “diselameti” dengan doa-doa dari para tetuah desa atau jika di desa yang mayoritas muslim biasannya diselameti dengan pembacaan ayat-ayat Al-Quran dan pembacaan doa-doa dari ustad atau kiai. Setelah ritual pembacaan doa selesai acara larung sesaji siap dilaksanakan. Sebelum dilarung biasanya sesaji diarak oleh perahu-perahu hias yang mengikuti lomba perahu hias mengelilingi beberapa gugusan pantai yang jaraknya hanya satu kilo dari tempat awal sesaji diarak. Sesaji diarak dengan ditarik menggunakan perahu nelayan yang paling besar yang biasa disebut sebagai “salerek” pada masyarakat madura. Setelah arak-arakan telah dianggap cukup dengan mengitari gugusan pantai selama dua atau tiga kali putaran maka sesaji siap untuk dilarung ke laut dengan meriah dan teriakan kebahagiaan para masyarakat yang ikut dalam acara larung sesaji dengan menaiki perahu-perahu hias para nelayan.
Wisata pasir putih juga sangat berpengaruh pada masyarakat sekitarnya seperti pada masyarakat desa pasir putih, bungatan, blitok, mlandingan, dan selomokti yang sebagian kecil menjadi produsen tetap dan pengrajin sovenir khas pasir putih. Mereka menggantungkan nasib dengan menjual produk rumahan mereka pada beberapa toko sovenir di pasir putih atau beberapa dari mereka mempunyai toko sendiri di tempat pariwisata tersebut. Namun untuk satu tahun terakhir pembangunan pasir putih yang mulai menurun kualitasnya membuat tempat wisata ini semakin sepi sehingga para produsen ini terancam gulung tikar dan mulai menjual hasil produksinya keluar jawa seperti Bali dan Lombok dan tidak hanya menjualnya di pasir putih saja.
Menurunnya kualitas destinasi pariwisata situbondo ini membuat pemerintah kota tidak diam saja, pada tahun 2014 muai diadakan pembangunan dan renovasi pada wisata ini secara berkala untuk memikat para wisatawan kembali dan menjadikan parir putih tetap dikenal dengan keindahannya. Pembangunan ini mulai terlihat dengan adanya perenovasian dermaga dan beberapa hotel serta penambahan fasilitas umum.
Selasa, 25 Februari 2014
REVIEW DEBRA SPILTUNIK (ANTHROPOLOGY MEDIA MASS)
ANTROPOLOGI DAN MEDIA MASSA
Antropologi telah menyusun banyak disiplin ilmu, tidak hanya fokus terhadap sejarah seperti presepsi masyarakat pada umumnya namun, pada kenyataannnya antropologi juga mempelajari, menyusun, dan mengembangkan ilmu lain yang terus berkembang seiring jamannya tapi tetap berlandaskan pada teori-teori lama sebagai rujukan dalam mempelajari ilmu baru.
Antropologi media adalah salah satu ilmu baru yang juga dipelajari oleh antropologi. Antropologi media mempelajari bagaimana masyarakat menilai media dan bagaimana media menilai masyarakat dari sudut pandangnya masing-masing baik masyarakat atau media itu sendiri. Lima tahun terakhir para antropolog berusaha untuk menghidupkan antropologi media massa yang merupakan salah satu bagian dari budaya dan disiplin ilmu. Media massa lazimnya diketahui masyarakat hanya sebatas alat penyampai informasi seperti Koran dan media elektronik. Teknologi masa depan adalah teknologi yang ada saat ini dan yang akan terus berkembang.
Pertanyaan terbesar dari media massa adalah dimanakah penempatan media massa seharusnya dalam masyarakat serta implikasinya terhadap kehidupan sosial dan perubaahan budaya yang tidak dapat diubah. Hubungan antara media massa, masyarakat, dan budaya telah lama tergabung dalam ilmu sosiologi, ilmu komunikasi, kesusastraan, ilmu politik, serta penelitian yang dilakukan oleh bangsa inggris. Media massa juga telah berkembang sebagai alat untuk memperluas jaringan antropologi yang masih tergolong minoritas dalam masyarakat.
Dalam kaitannya antara antropologi media massa sejauh ini teraplikasi dalam catatan lapangan antropologi visual dan fim etnografi. Selain media, aktifitas antropologi juga bisa diketahui lewat karya misalnya dengan mempublikasikan artikel oleh antropolog lewat kolom “media monitor” di anthropology newsletter of the American anthropological association (AAA).
Apa sebenarnya penggunaan pola secara keseluruhan, penyalahgunaan, dan misi oleh antropologi dalam media? Bagaimana media di Amerika menggambarkan masyarakat lain juga budaya mereka serta apa efeknya?
Pola mainstream yang ada dalam media terhadap representasi budaya implikasinya adalah untuk, saling silang antara yang banyak didebatkan dalam masyarakat Amerika pada umumnya adalah soal multicultural,pemahaman akan perbedaan budaya politik di akses media.
Selain mempunyai kelebihan dalam membantu masyarakat luas, media massa juga mempunyai beberapa persoalan seperti kurangnya penerimaan masyarakat tentang keberadaan dan peran media massa dalam masyarakat itu sendiri karna tidak semua orang dapat dengan bijaksana dalam menggunakan dan memanfaatkan media massa.
Antropologi telah menyusun banyak disiplin ilmu, tidak hanya fokus terhadap sejarah seperti presepsi masyarakat pada umumnya namun, pada kenyataannnya antropologi juga mempelajari, menyusun, dan mengembangkan ilmu lain yang terus berkembang seiring jamannya tapi tetap berlandaskan pada teori-teori lama sebagai rujukan dalam mempelajari ilmu baru.
Antropologi media adalah salah satu ilmu baru yang juga dipelajari oleh antropologi. Antropologi media mempelajari bagaimana masyarakat menilai media dan bagaimana media menilai masyarakat dari sudut pandangnya masing-masing baik masyarakat atau media itu sendiri. Lima tahun terakhir para antropolog berusaha untuk menghidupkan antropologi media massa yang merupakan salah satu bagian dari budaya dan disiplin ilmu. Media massa lazimnya diketahui masyarakat hanya sebatas alat penyampai informasi seperti Koran dan media elektronik. Teknologi masa depan adalah teknologi yang ada saat ini dan yang akan terus berkembang.
Pertanyaan terbesar dari media massa adalah dimanakah penempatan media massa seharusnya dalam masyarakat serta implikasinya terhadap kehidupan sosial dan perubaahan budaya yang tidak dapat diubah. Hubungan antara media massa, masyarakat, dan budaya telah lama tergabung dalam ilmu sosiologi, ilmu komunikasi, kesusastraan, ilmu politik, serta penelitian yang dilakukan oleh bangsa inggris. Media massa juga telah berkembang sebagai alat untuk memperluas jaringan antropologi yang masih tergolong minoritas dalam masyarakat.
Dalam kaitannya antara antropologi media massa sejauh ini teraplikasi dalam catatan lapangan antropologi visual dan fim etnografi. Selain media, aktifitas antropologi juga bisa diketahui lewat karya misalnya dengan mempublikasikan artikel oleh antropolog lewat kolom “media monitor” di anthropology newsletter of the American anthropological association (AAA).
Apa sebenarnya penggunaan pola secara keseluruhan, penyalahgunaan, dan misi oleh antropologi dalam media? Bagaimana media di Amerika menggambarkan masyarakat lain juga budaya mereka serta apa efeknya?
Pola mainstream yang ada dalam media terhadap representasi budaya implikasinya adalah untuk, saling silang antara yang banyak didebatkan dalam masyarakat Amerika pada umumnya adalah soal multicultural,pemahaman akan perbedaan budaya politik di akses media.
Selain mempunyai kelebihan dalam membantu masyarakat luas, media massa juga mempunyai beberapa persoalan seperti kurangnya penerimaan masyarakat tentang keberadaan dan peran media massa dalam masyarakat itu sendiri karna tidak semua orang dapat dengan bijaksana dalam menggunakan dan memanfaatkan media massa.
Senin, 20 Januari 2014
Hubungan dan Pengaruh Bahasa Daerah Terhadap Bahasa Indonesia
“Hubungan dan Pengaruh Bahasa Daerah Terhadap Bahasa Indonesia”
Kata Pengantar
Puji syukur Saya panjatkan ke hadiratTuhan Yang Maha Esa.Karena atas restu, rahmat, dan hidayah-Nya Saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Hubungan Dan Pengaruh Bahasa Daerah Terhadap Bahasa Indonesia” sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna dikarenakan terbatasnya referensi yang Saya miliki, maka Sayaberharap pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini lebih baik lagi.Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat bermanfaat dan menambah wawasan pembaca.
Malang, 14 Januari 2014
BAB I
Pendahuluan
Latar Belakang Masalah
Bahasa daerah merupakan bahasa pendukung bahasaIndonesia sebagai bahasa nasional yang perlu dilestarikan eksistensinya. Namun, selain sebagai bahasa pendukung, bahasa daerah juga menimbulkan beberapa masalah seperti halnya banyak masyarakat awam yang tidak menyadari bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang terkontaminasi oleh bahasa daerah telah menjadi sebuah budaya di dalam masyarakat.
Gejala terkontaminasinya bahasa Indonesia dengan bahasa daerah dapat dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Meskipun penggunaan bahasa campuran tersebut tidak mengganggu dalam konteks kegiatan komunikasi pada masyarakat namun, hal ini tidak sesuai jika kemudian bahasa ini digunakan pada media masa seperti televisi, internet, Koran bahkan acara formal seperti pada kegiatan belajar mengajar, upacara, dan kegiatan formal lainnya.
Penggunaan bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa lain seperti bahasa daerah bagi sebagian orang berguna untuk menunjukkan citra dirinya dalam pergaulan. Dapat dibayangkan jika 10 tahun lagi banyak orang tidak mengetahui dan membedakan mana bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta tidak dapat membedakan mana yang merupakan kosakata bahasa daerah atau bahasa Indonesia.
Walaupun perkembangan bahasa indonesia yang semakin pesat, di lain sisi peluang dan tantangan terhadap bahasa indonesia semakin besar pula. Selain memudarnya bahasa Indonesia yang dikarenakan terkontaminasinya bahasa Indonesia oleh bahasa asing pada arus globalisasi saat ini, bahasa Indonesia juga dapat memudar karena penggunaan bahasa Indonesia yang dicampuradukkan dengan bahasa daerah sehingga membudaya dan dianggap hal biasa pada masyarakat.
BAB II
Pembahasan
Pengertian Bahasa
Bahasa diperlukan manusia untuk berkomunikasi antar sesama manusia yang lain.Bahasa adalah suatu sistem lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat untuk berkomunikasi, bekerjasama dan identifikasi diri.
Bahasa sebagai “kesatuan tanda bunyi” yang berlaku dalam kelompok manusia tertentu menyatukan sejumlah golongan manusia tertentu menjadi kesatuan bahasa (bahasa ciri bangsa). Bahasa bukan kemampuan berbicara saja, melainkan juga cara bagaimana menggunakan bahasa. Kemampuan berfikir seseorang sangat di pengaruhi oleh kemampuan bahasanya.
Kemampuan berfikir seseorang sangat ditentukan oleh kemampuannya berbahasa.Semakin tinggi kemampuannya menggunakan bahasa, semakin tinggi pula kemampuannya menggunakan pikiran. (Tadjuddin, 2004 : 3)
Bahasa indonesia merupakan bahasa nasional yang digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berkomunikasi. Bahasa Indonesia telah resmi menjadi bahasa persatuan di Indonesia sejak diikrarkannya sumpah pemuda oleh pemuda-pemudi bangsa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928.Bahasa Indonesia menjadi bahasa penghubung dari banyaknya bahasa yang ada di Indonesia. Bahasa Indonesia erat kaitannya dengan kebudayaan sehingga, bahasaIndonesia dapat menjadi alat penampung kebudayaan baru nasional yang segi-seginya menyangkut ilmu dan teknologi serta kebudayaan internasional.
Prof. Dr. Yus Rusyana dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Tetap FPBS IKIP Bandung pada tanggal 18 Oktober 1990, mengatakan bahwa bahasa menunjukkan bangsa.Penggunaan bahasa dengan cerdas menunjukkan bahwa bangsa yang menggunakannya adalah bangsa yang cerdas. (Hardjapamekas, 2001 : 28)
Jadi, sebagai bangsa yang cerdas maka kita sebagai masyarakat Indonesia harus menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Tapi pada kenyataannya, saat ini penggunaan bahasa yang baik dan benar telah bercampur dengan bahasa daerah yang mempunyai pengaruh besar terhadap gaya bahasa di Indonesia saat ini. Namun, hal ini juga dapat menjadi sebuah identitas masyarakat tersebut berasal.
Jika bicara tentang kebudayaan, maka bahasa dapat menjadi permasalahannya.Makagiansar (1990) menekankan perlunya kesadaran tentang identitas budaya, bahkan Salim (1990) menyatakan upaya mempertahankan identitas merupakan prioritas yang harus diperjuangkan mati-matian dengan ciri utama keseimbangan antara aspek material dan spiritual.
Sejarah Singkat Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia yang di deklarasikan pada saat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.Diketahui, bahasa Melayu merupakan sebagai akar dari lingua franca Indonesia. Sutan Takdir Alisjahbana, dalam bukunya "Sedjarah Bahasa Indonesia", mengutarakan bahasa Melayu memiliki kekuatan untuk merangkul kepentingan bersama untuk dipakai di seluruh Nusantara.
Menurut Alisjahbana, persebarannya juga luas karena bahasa Melayu dihidupi oleh para pelaut pengembara dan saudagar yang merantau ke mana-mana. "Bahasa itu adalah bahasa perhubungan yang telah berabad-abad tumbuh di kalangan penduduk Asia Selatan," tulisnya.Faktor lainnya, bahasa Melayu adalah bahasa yang mudah dipelajari.
Pada era pemeritahan Belanda di Hindia, bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi kedua dalam korespondensi dengan orang lokal.Hingga timbul persaingan antara bahasa Melayu dan bahasa Belanda yang semakin ketat.Gubernur Jenderal Roshussen mengusulkan bahasa melayu dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah rakyat (SR).
Meski demikian, ada pihak-pihak yang gigih menolak bahasa Melayu di Indonesia. Van der Chijs, seorang berkebangsaan Belanda, menyarankan supaya sekolah memfasilitasi ajaran bahasa Belanda. JH Abendanon yang saat itu Direktur Departemen Pengajaran, berhasil memasukkan bahasa Belanda ke dalam mata pelajaran wajib di sekolah rakyat dan sekolah pendidikan guru pada 1900.
Akhirnya persaingan bahasa ini nampak dimenangkan oleh bahasa Melayu.Bagaimanapun, bahasa Belanda ternyata hanya dapat dikuasai oleh segelintir orang saja.Kemudian di Kongres Pemuda I tahun 1926, bahasa Melayu menjadi wacana untuk dikembangakan sebagai bahasa dan sastra Indonesia.
20 Oktober 1942, didirikan Komisi Bahasa Indonesia yang bertugas menyusun tata bahasa normatif, menentukan kata-kata umum dan istilah modern.Pada 1966, selepas perpindahan kekuasaan ke tangan pemerintah Orde Baru, terbentuk Lembaga Bahasa dan Budaya di bawah naungan Departemen Pendidikan Kebudayaan.
Lembaga ini berganti nama menjadi Lembaga Bahasa Nasional pada 1969, dan sekarang berkembang dengan nama yang dikenal, Pusat Bahasa. Tanggung jawab kerja Pusat Bahasa, antara lain : meningkatkan mutu bahasa, sarana, serta kepedulian masyarakat terhadap bahasa.
Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia
Secara formal sampai saat ini bahasa Indonesia mempunyai empat kedudukanyaitu, sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, bahasa Negara, dan bahasa resmi. Dalam perkembangannya lebih lanjut, bahasa Indonesia mendudukkan diri sebagai bahasa budaya dan bahasa ilmu, walaupun dalam praktiknya dapat muncul satu atau dua fungsi saja.
Saat ini, kedudukan bahasa Indonesia ada dua, yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa Negara.
1. Lambang kebanggaan nasional Bahasa resmi kenegaraan
2. Lambang identitas nasional Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
3. Alat pemersatu berbagai ragam masyarakat yang berbeda latar belakang sosial budaya dan bahasanya Alat penghubung pada tingkat nasional serta kepentingan pemerintah
4. Alat penghubung antar budaya daerah Alat pengembang kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi
Hasil perumusan seminar yang bertemakan “Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 yang menengaskan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang berfungsi sebagai : (1) lambang kebanggan nasional, (2) lambang identitas nasional, (3) alat pemersatu masyarakat yang berbeda – beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya, dan alat perhubungan antarbudaya maupun antardaerah.
Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 yang menengaskan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara yang berfungsi sebagai : (1) bahasa resmi kenegaraan, (2) bahasa pengantar resmi di lembaga – lembaga pendidikan, (3) bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern. Hal ini tercantum dalam UUD 1945, Bab XV, Pasal 36 tentang bahasa negara adalah bahasa indonesia.
Hubungan Dan Pengaruh Bahasa Daerah Terhadap Bahasa Indonesia
Bahasa daerah adalah suatu bahasa yang dituturkan di suatu wilayah dalam sebuah negara kebangsaan padau daerah kecil, negara bagian federal atau provinsi, atau daerah yang lebih luasterdapat beberapa hubungan dan pengaruh bahasa daerah terhadap bahasa indonesia antara lain sebagai berikut :
1. Bahasa Daerah sebagai pendukung Bahasa Nasional
Bahasa daerah merupakan bahasa pendukung bahasa Indonesia yang keberadaannya diakui oleh Negara. UUD 1945 pada pasal 32 ayat (2) menegaskan bahwa “Negara menghormati dan memilihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.” dan jugasesuai dengan perumusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, bahwa bahasa daerah sebagai pendukung bahasa nasional merupakan sumber pembinaan bahasa Indonesia. Sumbangan bahasa daerah kepada bahasa Indonesia, antara lain, bidang fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan kosa kata. Demikian juga sebaliknya, bahasa Indonesia mempengaruhi perkembangan bahasa daerah. Hubungan timbal balik antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah saling melengkapi dalam perkembangannya.
2. Bahasa Daerah sebagai bahasa pengantar pada tingkat permulaan sekolah dasar
Di daerah tertentu , bahasa daerah boleh dipakai sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan tingkat sekolah dasar sampai dengan tahun ketiga (kelas tiga). Setelah itu, harus menggunakan bahasa Indonesia , kecuali daerah-daerah yang mayoritas masih menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa ibu .
3. Bahasa Daerah sebagai sumber kebahasaan untuk memperkaya bahasa Indonesia
Seringkali istilah yang ada di dalam bahasa daerah belum muncul di bahasa indonesia sehingga bahasa indonesia memasukkannya istilah tersebut , contohnya “ gethuk “ { penganan dibuat dari ubi dan sejenisnya yang direbus, kemudian dicampur gula dan kelapa (ditumbuk bersama) } karena di bahasa indonesia istilah tersebut belum ada , maka istilah “ gethuk “ juga di resmikan di bahasaindonesia sebagai istilah dari “ penganan dibuat dari ubi dan sejenisnya yang direbus, kemudian dicampur gula dan kelapa (ditumbuk bersama) “ .
4. Bahasa Daerah sebagai pelengkap bahasa Indonesia di dalam penyelenggaraan pemerintah pada tingkat daerah
Dalam tatanan pemerintah pada tingkat daerah , bahasa daerah menjadi penting dalam komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat yang kebanyakan masih menggunakan bahasa ibu sehingga dari pemerintah harus menguasai bahasa daerah yang kemudian bisa di jadikan pelengkap di dalam penyelenggaraan pemerintah pada tingkat daerah tersebut.
Masalah Bahasa Indonesia Yang Ditimbulkan Oleh Bahasa Daerah
Bahasa daerah selain menjadi bahasa pendukung bahasa Indonesia, juga mempunyai beberapa masalah dan menjadi Fenomena negatif yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat akibat dari penggunaan bahasa yang tidak sesuai konteksnya antara lain :
1. Bahasa Indonesia yang terkontaminasi oleh bahasa daerah.
Kontaminasi memiliki makna pengotoran atau pencemaran karena kemasukan unsur luar. Makna lain kontaminasi adalah penggabungan beberapa bentuk baik kata, frasa, dan sebagainya yang menimbulkan bentuk baru yang tidak lazim (KBBI Pusat Bahasa, 2008:728). Kontaminasi ialah suatu gejala bahasa yang dalam bahasa Indonesia diistilahkan dengan kerancuan atau kekacauan. Yang dirancukan ialah susunan, perserangkaian, dan penggabungan.
Misalnya, munculnya kata bentukan menyuci yang berasal dari kata dasar cuci dengan mendapat prefiks men-. Seharusnya kata bentukan yang benar adalah mencuci karena dalam tata bahasa Indonesia nassal jika melekat pada kata yang berfonem awal /c/menjadi /n/ sedangkan fonem /c/ tidak luluh (Alwi, 2000). Namun, karena tercemar (terkontaminasi) bahasa Jawa jadilah menyuci.
Penggunaan bahasa Indonesia yang terkontaminasi oleh bahasa daerah juga sering terjadi pada percakapan sehari-hari seperti kalimat “Kamu wes mandi ta?”. Kata wes dan ta merupakan bahasa jawa yang penggunaannya dicampur dengan kata kamudan mandi yang merupakan bahasa Indonesia sehingga terdengar seperti bahasa Indonesia campuran.
2. Bahasa daerah dalam dunia pendidikan.
Banyak orang Indonesia masih menggunakan bahasa daerah dalam dunia pendidikan seperti saat berjalannya KBM (kegiatan belajar mengajar) di dalam kelas khususnya pada Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD), Taman Kanak-kanak(TK), dan Sekolah Dasar(SD) di daerah pedesaan meskipun bahasa daerah boleh dipakai pada pendidikan dasar sampai kelas tiga SD namun hal ini juga dapat berdampak buruk bagi sehingga anak tidak terbiasa dan kesulitan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar di pendidikan tingkat mengengah dan seterusnya.
3. Bahasa daerah dalam acara formal.
Banyak orang Indonesia merasa lebih merakyat dan meyakinkan masyarakat jika menggunakan bahasa daerah dalam acara formal seperti saat kampanye pemilihan umum daerah.
4. Bahasa daerah sebagai alat pengucapan kata saru.
Kebiasaan yang masih banyak di masyarakat adalah pengucapan kata saru untuk mengejek orang lain yang tidak mengerti bahasa daerah si pengucap.
Contoh : orang yang berasal dari Surabaya mengucapkan kata saru “jancuk” kepada orang yang berasal dari papua untuk mengejek atau menumpahkan kekesalannya agar si orang papua tidak mengerti.
5. Bahasa daerah dalam media massa
Media massa sebagai elemen yang ikut mempertahankan eksistensi bahasa selayaknya selalu berusaha menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Selain media massa juga merupakan objek pengukuran atau tolok ukur tentang penggunaan bahasa. Media massa seperti koran misalnya merupakan media yang dibaca oleh banyak orang. Pada kenyataanya, koran sebesar Radar Jember, koran terbesar se-Tapal Kuda (eks-karesidenan Besuki) masih terdapat bahasa-bahasa yang kurang tepat apalagi koran lain yang asal-asalan.
Kesimpulan
Bahasa diperlukan manusia untuk berkomunikasi antar sesama manusia yang lain. Bahasa sebagai “kesatuan tanda bunyi” yang berlaku dalam kelompok manusia tertentu menjadi menyatukan sejumlah golongan manusia tertentu menjadi kesatuan bahasa (bahasa ciri bangsa).
Era globalisasi merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat mempertahankan diri di tengah-tengah pergaulan antarbangsa yang sangat rumit serta penggunaan bahasa yang mulai amburadul dan sedikitnya pengetahuan tentang penggunaan bahasa yang baik dan benar adalah Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah masalah jati diri bangsa yang diperlihatkan melalui jati diri bahasa.
Fenomena yang banyak terjadi karena penggunaan bahasa indonesia yang amburadul dengan bahasa daerah memang tidak banyak mengubah makna informasi Karena kesalahan yang dianggap tidak fatal terhadap makna inilah maka permasalahan ini tidak banyak mendapat perbaikan.
Seharusnya penggunaan bahasa Indonesia yang kurang tepat ini lebih disadari oleh masyarakat agar bahasa Indonesia yang baik dan benar tetap terjaga kelestarian dan eksistensinya agar tetap menjadi cirikhas bangsa.
Daftar Pustaka
Badudu, J.S. 1992. Cakrawala Bahasa Indonesia II.Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia
Sudaryanto. 1990. Meguak Hakiki Bahasa. Yogyakarta : Duta Wacana University Press.
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Tanpa Tahun. Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional Jakarta , 25-28 Februari 1975
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Tanpa Tahun. Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional Jakarta , 25-28 Februari 1975
http://wakuadratn.wordpress.com/2011/08/05/hubungan-fungsi-bahasa-daerah-dengan-bahasa-indonesia/
Jumat, 20 Desember 2013
IMPOR BERAS DAN PETANI
Sang kancil curi laserdisc nya pak tani. Pak tani lupa pasang alarm. Untung tv warnanya nggak ilang. Untung mobil BMW nya nggak dibawa. Petani bajak sawah pakai traktor. Kerja rutin control sawah pakai Harley. Hitung laba panen pakai computer. Kirim beras pakai helicopter. Kapan-kapan semua itu akan terjadi????
Lagu group music Slank berjudul “Pak Tani” di atas merupakan ironi yang terjadi pada petani Indonesia. Seringkali kita mendengar kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras bahkan ketika petani sedang menikmati surplus panen. Kebijakan ini gencar dilakukan beberapa waktu lalu., pemerintah melalui Bulog akan membuka keran impor beras sebesar 250.000 ton dari Thailand. Di detik yang sama petani Indonesia tengah mengalami panen raya di sentra-sentra produksi beras seperti Cirebon, Indramayu, Subang; daerah pantura dan beberapa wilayah Jawa Timur. Impor beras malah dilakukan manakala petani mencapai surplus beras hingga 2,2 juta ton (khususnya di Jawa Timur).
Nah, pertanyaannya mengapa impor beras dari luar negeri dapat menyusahkan petani dalam negeri????
Alasan klasik kebijakan pemerintah dalam mengimpor beras luar negri adalah mengantisipasi kelangkaan beras yang pada nyatanya dapat ditutupi dengan pasokan beras dalam negri namun menurut beberapa sumber hal itu dikarenakan rendahnya harga beras dunia yang dimanfaatkan oleh pemerintah dan sebagai cadangan untuk jaga-jaga ketika ada bencana untuk memenuhi kebutuhan beras nasional.
Pelaku ekonomi yang paling dipengaruhi atas hal ini adalah para importir beras dan para petani. Para importir beras mengalami keuntungan karena selisih harga impor yang lebih rendah dari harga domestik namun, hal ini juga berdampak buruk bagi para petani dalam negri yang menolak dengan tegas adanya impor besar-besaran yang dilakukan pemerintah karena jika beras impor menguasai pasar dikhawatirkan harga beras lokal akan jatuh serta anjloknya harga jual gabah yang seharusnya naik saat panen raya padahal biaya produsi terus naik akibat harga pupuk dan kebutuhan hidup terus naik pula dari waktu ke waktu hal itu pasti juga berpengaruh terhadap keadaan ekonomi petani dalam negri yang lambat laun akan mengalami kerugian besar.
Seharusnya BULOG (Badan Urusan Logistik) yang notabene adalah operator pangan Indonesia lebih banyak menguntungkan petani dengan mengurangi impor beras dan mengutamakan produksi dalam negri. Bukankah tugas utama Bulog adalah membeli gabah petani dan menjualnya pada masa di luar musim panen? Pemerintah juga seharusnya bertindak tegas akan hal yang menyangkut kebutuhan pokok ini (beras), karena pada kenyataannya beras merupakan sesuatu yang harus selalu tersedia sebagai kebutuhan primer yang tidak dapat dilepaskan dari manusia terutama masyarakat Indonesia.
Jika memang beras impor hanya sebagai cadangan untuk berjaga-jaga akan adanya bencana, pemerintah harus bertindak tegas bahwasanya beras tersebut hanya boleh didistribusikan ketika dalam keadaan terdesak seperti adanya kelangkaan beras atau adanya bencana saja, serta tetap menfokuskan produksi beras dalam negri agar kualitasnya terus meningkat dan mencukupi untuk kebutuhan beras nasional.
Lagu group music Slank berjudul “Pak Tani” di atas merupakan ironi yang terjadi pada petani Indonesia. Seringkali kita mendengar kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras bahkan ketika petani sedang menikmati surplus panen. Kebijakan ini gencar dilakukan beberapa waktu lalu., pemerintah melalui Bulog akan membuka keran impor beras sebesar 250.000 ton dari Thailand. Di detik yang sama petani Indonesia tengah mengalami panen raya di sentra-sentra produksi beras seperti Cirebon, Indramayu, Subang; daerah pantura dan beberapa wilayah Jawa Timur. Impor beras malah dilakukan manakala petani mencapai surplus beras hingga 2,2 juta ton (khususnya di Jawa Timur).
Nah, pertanyaannya mengapa impor beras dari luar negeri dapat menyusahkan petani dalam negeri????
Alasan klasik kebijakan pemerintah dalam mengimpor beras luar negri adalah mengantisipasi kelangkaan beras yang pada nyatanya dapat ditutupi dengan pasokan beras dalam negri namun menurut beberapa sumber hal itu dikarenakan rendahnya harga beras dunia yang dimanfaatkan oleh pemerintah dan sebagai cadangan untuk jaga-jaga ketika ada bencana untuk memenuhi kebutuhan beras nasional.
Pelaku ekonomi yang paling dipengaruhi atas hal ini adalah para importir beras dan para petani. Para importir beras mengalami keuntungan karena selisih harga impor yang lebih rendah dari harga domestik namun, hal ini juga berdampak buruk bagi para petani dalam negri yang menolak dengan tegas adanya impor besar-besaran yang dilakukan pemerintah karena jika beras impor menguasai pasar dikhawatirkan harga beras lokal akan jatuh serta anjloknya harga jual gabah yang seharusnya naik saat panen raya padahal biaya produsi terus naik akibat harga pupuk dan kebutuhan hidup terus naik pula dari waktu ke waktu hal itu pasti juga berpengaruh terhadap keadaan ekonomi petani dalam negri yang lambat laun akan mengalami kerugian besar.
Seharusnya BULOG (Badan Urusan Logistik) yang notabene adalah operator pangan Indonesia lebih banyak menguntungkan petani dengan mengurangi impor beras dan mengutamakan produksi dalam negri. Bukankah tugas utama Bulog adalah membeli gabah petani dan menjualnya pada masa di luar musim panen? Pemerintah juga seharusnya bertindak tegas akan hal yang menyangkut kebutuhan pokok ini (beras), karena pada kenyataannya beras merupakan sesuatu yang harus selalu tersedia sebagai kebutuhan primer yang tidak dapat dilepaskan dari manusia terutama masyarakat Indonesia.
Jika memang beras impor hanya sebagai cadangan untuk berjaga-jaga akan adanya bencana, pemerintah harus bertindak tegas bahwasanya beras tersebut hanya boleh didistribusikan ketika dalam keadaan terdesak seperti adanya kelangkaan beras atau adanya bencana saja, serta tetap menfokuskan produksi beras dalam negri agar kualitasnya terus meningkat dan mencukupi untuk kebutuhan beras nasional.
Selasa, 17 Desember 2013
MANUSIA, KEBUDAYAAN, DAN LINGKUNGANNYA
MANUSIA, KEBUDAYAAN, DAN LINGKUNGANNYA
Apakah manusia dengan budaya ada hubungannya ? jelas, manusia dengan budaya memiliki hubungan yang erat. Manusia adalah mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna. Manusia memiliki akal yang membuat dia lebih sempurna dari mahluk ciptaan tuhan lainnya. Manusia juga dapat dikatakan mahluk sosial. Mengapa? Manusia dikatakan mahluk sosial karena manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup.
Karena manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia biasa hidup berkelompok. Banyak kelompok – kelompok manusia di bumi ini. Karena hidup yang berkelompok itu, manusia membuat kebiasaan – kebiasaan yang sering dilakukan dikelompoknya ataupun di daerahnya. kebiasaan – kebiasaan itu terjadi karena akal atau hasil pemikiran manusia yang ada di kelompok itu. Karena sering dilakukan, kebiasaan – kebiasaan itu menjadi sebuah budaya didaerah tersebut.
HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA
Manusia memiliki kemampuan menciptakan kebudayaan. Dengan budayanya, Manusia memiliki harkat dan derajat yang tinggi, oleh karena itu manusia perlu menekankan perinsip kemanusiaan. Prinsip kemanusiaan mengandung arti adanya penghargaan dan penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia. Yang bisa melakukannya hanya manusia pula.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hakikat adalah intisari atau dasar. Selain itu, hakikat juga memiliki arti sebagai kenyataan yang sebenarnya atau sesungguhnya. Jadi dapat di katakan bahwa yang dimaksud dengan hakikat manusia adalah dasar atau kenyataan dari manusia itu sendiri yaitu :
A. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
B. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya.
Kesempumaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan, menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan atau sebaliknya.
PENGERTIAN MANUSIA
1. Homo sapiens, adalah makhluk yang bijak karena berpikir.
2. Homo socius, adalah mahluk yang bias bersosialisasi.
3. Homo homini lupus, manusia adalah makhluk ekonomi atau makhluk yang bisa menghasilakn uang.
4. Homo faber, adalah makluk yang bias membuat alat.
5. Individiuum, adalah makhluk yang memiliki privacy
6. Animal symbolicum, adalah makhluk yang sebagai simbol hewan.
Faktor-faktor yang dimiliki manusia (Dimensi manusia):
1. Manusia dengan cinta kasih
2. Manusia dengan keadilan
3. Manusia dengan penderitaan dan kebanggan
4. Manusia dengan harapan dan cita-cita.
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan menurut para ahli sebagai berikut:
1. Herskovits, kebudayaan adalah sesuatu yang turun-menurun dari suatu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganisk.
2. Andreas Eppink, kebudayaan adalah keseluruhan pengertian nilai, norma, ilmu pengetahuan, serta keseluruhan struktur-struktur social, religious dan lain-lain, ditambah lagi dengan segala pernyataan intelektual dan artistic yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
3. Edward B. Taylor, Kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat sitiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
4. Selo Soemardjan, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, cipta masyarakat.
5. Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta hasil budi pekertinya.
6. Heemingman, kebudayaan terdiri dari tiga jenis yaitu; gagasan, aktifitas dan artefak.
PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan/kultur, berasal dari kata cultuur (Belanda), culture (Inggris), tsqafah (Arab), atau colore (Latin) yang artinya mengolah mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan.
Kebudayaan berasal dari kata budhayah (sansekerta) bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Adapula yang mengartikan sebagai budi dan adaya yang berarti pikiran, perasaan dan perbuatan.
Berdasarkan pengertian diatas, kebudayaan mempunyai arti dua dimensi umum yaitu:
1. Yang dapat diamati.
2. Yang tidak dapat diamati
Menurut aliran materialism atau beharviorisme kebudayaan didefenisikan oleh para ahli sebagai berikut:
1. Good enaugh : Pola-pola kehidupan dalam komunitas, aktivitas berulang-ulang secara regular serta pengaturan material dan sosial.
2. Eugene A. Nida : perilaku manusia yang diajarkan terus menerus dari generasi yang satu ke generasi berikutnya.
3. J. Verkuyl : segala sesuatu yang dikerjakan manusia, sebagai segala sesuatu yang dibuat oleh manusia.
PENGGOLONGAN DAN WUJUD KEBUDAYAAN
Wujud kebudayaan (Koentjara Ningrat) dapat digolongkan menjadi 3 yaitu:
1. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide- ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
BELAJAR KEBUDAYAAN
Pengertian kebudayaan sebagai pola perilaku mengisyaratkan bahwa kebudayaan dapat dipelajari. Beberapa cara belajar tentang kebudayaan (koentjaraningrat), antara lain:
1. Proses intrenaslisasi; proses belajar yang berlangsung sejak individu lahir sampai akhir hayatnya (dalam proses ini individu belajar untuk menanamkan segala hasrat, perasaan dan emosi yang diperlukan untuk menjalani kehidupan).
2. Proses sosialisasi; proses belajar yang berlangsung sejak masa kanak-kanak hingga tua (dalam proses ini individu belajar tentang pola-pola tindakan dalam berinteraksi dengan beraneka ragam individu disekelilingnya).
3. Proses enkulturasi, (proses yang sudah terjadi sejak individu masih kecil. Yang dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian lingkungan teman-teman. Lalu linkungan yang formal misalnya sekolah, dan pada akhirnya lingkungan masyarakat). Hal hal yang dipelajari antara lain kontrol sosial, prasangka, gaya hidup, bahasa, belajaryang dijadikan pegangan dalam bertingkah laku.
BATASAN-BATASAN KEBUDAYAAN:
1. Nilai: hal-hal yang dianggap bagus / tidak bagus dan diharapkan / tidak diharapkan.
2. Norma: aturan dalam masyarakat tentang perilaku, pemikiran dan perasaan yang benar atau salah.
3. Adat istiadat (folkways): norma yang mengatur tingkah laku yang diharapkan pada situasi harian.
4. Kebiasaan (mores): tindakan yang benar atau salah, bermoral atau tidak bermoral.
5. Taboo: kebiasaan yang dianggap negatif.
6. Hukum (law): kode-kode formal dari perilaku yang mengikat keseluruhan masyarakat.
7. Sanksi dan ganjaran: imbalan yang memperkuat pelaksanaan adat, norma, aturan atau undang-undang.
UNSUR BUDAYA
Unsur-unsur budaya menurut Prof. Koentjaraningrat, sebagai berikut:
1. Seni: keindahan, rasa artistik dan estektik secara obyektif.
2. Bahasa : alat komunikasi yang berupa lisan, tulisan, dan isyarat.
3. Religi : keyakinan mencakup agama
4. Adat istiadat : kebiasaan, atau tradisi yang dilembagakan
5. Mata pencaharian : sumber penghidupan bagi manusia
6. Sistem kemasyarakatan : tatanan masyarakat
7. IPTEK: bagian dari modernitas.
HUBUNGAN MANUSIA, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
• Hubungan antara individu dan masyarakat:
Masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas.
• Hubungan antara individu, keluarga, dan masyarakat.
Masyarakat berkaitan erat dengan aspek sosial dari individu yang menggambarkan kebutuhan hakiki dari manusia, yang tercakupi melalui kontak individu dengan keluarga dan masyarakatnya.
• Hubungan antara masyarakat dan kebudayaan adalah
Kebudayaan tidak mungkin timbul tanpa adanya masyarakat dan ekstensi masyarakat itu hanya dapat dimungkinkan oleh adanya kebudayaan.
• Hubungan individu, masyarakat dan kebudayaan adalah
Hubungan individu dan kebudayaan adalah:
- Individu bertindak sebagai penganut kebudayaan.
- Individu bertindak sebagai pembawa kebudayaan.
- Individu bertindak sebagai manipulator
- Individu bertindak sebagai pencipta kebudayaan.
Wahana dimana individu hidup adalah masyarakat. Melaluis sitem nilai budaya, akan menata peranan sosialnya sesuai dengan status sosialnya. Jadi individu harus hidup di dalam masyarakat agar potensi budayanya berkembang yang mengantarnya menjadi manusia. Maka individu (manusia), masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dalam arti yang utuh. Karena ketiga unsur tersebut inilah kehidupan mahluk sosial berlangsung.
Menurut C. Kluckhohn, didalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan bahwa terdapat tujuh unsur didalam kebudayaan universal, yakni yang pertama adalah sistem realigi (kepercayaan), merupakan produk manusia sebagai homo religius. Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa diatas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut, dan menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang disebut sebagai agama.
Unsur yang kedua adalah sistem organisasi kemasyarakatan. Merupakan produk manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa ia tidak dapat berdiri sendiri, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Unsur yang ketiga adalah sistem pengetahuan. Merupakan produk dari manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri ataupun dari pemikiran orang lain. Kemampuan manusia mengingat-ingat apa yang telah diketahui kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui bahasa menyebabkan pengetahuan menyebar luas. Lebih-lebih pengetahuan tersebut dapat dibukukan sehingga dapat dilakukan dari satu generasi ke generasi lainnya.
Unsur yang keempat adalah sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi. Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
Unsur yang kelima adalah sistem teknologi dan peralatan. Merupakan produk manusia sebagai homo faber. Berawal dari pemikiran yang cerdas dan dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia dapat membuat dan mempergunakan alat. Dengan alat-alat ciptaannya itulah manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya daripada binatang.
Unsur yang keenam adalah bahasa. Merupakan produk dari manusia sebagai homo longuens. Bahasa manusia pada awalnya diwujudkan dalam bentuk tanda (kode) yang kemudian disempurnakan dalam bentuk bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bentuk bahasa tulisan. Unsur yang terakhir adalah kesenian. Merupakan produk manusia dari homo aesteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya, maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan. Manusia juga perlu pandangan mata yang indah, suara yang merdu, yang semuanya dapat dipenuhi melalui kesenian.
Contoh yang dapat dilihat pada kebudayaan di Indonesia adalah pada tradisi suku Batak seseorang hanya bisa menikah dengan orang Batak yang berbeda klan sehingga jika ada yang menikah dia harus mencari pasangan hidup dari marga lain selain marganya. Apabila yang menikah adalah seseorang yang bukan dari suku Batak maka dia harus diadopsi oleh salah satu marga Batak (berbeda klan). Acara tersebut dilanjutkan dengan prosesi perkawinan yang dilakukan di gereja karena mayoritas penduduk Batak beragama Kristen. Untuk mahar perkawinan-saudara mempelai wanita yang sudah menikah.
Kepribadian bangsa timur
Kepribadian bangsa timur identik dengan bangsa asia, contohnya negara indonesia.
Kepribadian bangsa timur itu memiliki ciri-ciri :
– ramah terhadap sesama
– saling gotong royong
– saling tolong- menolong
– saling menghargai
– lebih mementingkan kehidupan rohani, mistik
Sumber :
http://duniabaca.com/definisi-budaya-pengertian-kebudayaan.html
http://rap0501.blogspot.com/2012/03/hubungan-antara-manusia-dengan-budaya.html
http://carapedia.com/pengertian_definisi_kebudayaan_menurut_para_ahli_info495.html
Rabu, 20 November 2013
DIFERENSIASI SOSIAL BERDASARKAN AGAMA
DIFERENSIASI SOSIAL
Diferensiasi sosial adalah perbedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang tidak menunjukkan adanya suatu tingkatan (hierarki). Artinya, tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi ataupun lebih rendah.
Diferensiasi sosial dalam masyarakat ditimbulkan oleh adanya ciri-ciri tertentu, yaitu:
1. Ciri fisik yang berkaitan dengan ras.
2. Ciri sosial yang berkaitan dengan fungsi warga masyarakat dalam kehidupan sosial.
3. Ciri budaya, biasanya orang cenderung membedakan atas dasar perbedan kebudayaannya.
BENTUK DIFERENSIASI SOSIAL
Sebagai perwujudan pembagian sosial yang tidak bertingkat, maka faktor-faktor yang dijadikan dasar pembedaan juga tidak menunjukkan adanya tingkatan. Ada enam macam bentuk diferensiasi sosial, yaitu:
1. Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan ras
2. Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan agama
3. Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan jenis kelamin
4. Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan profesi
5. Diferensiasi sosial berdasarkan klan
6. Diferensiasi sosial berdasarkan suku bangsa
DIFERENSIASI SOSIAL BERDASARKAN AGAMA
Diferensiasi sosial berdasarkan agama terwujud dalam kenyataan sosial bahwa masyarakat terdiri atas orang-orang yang menganut suatu agama tertentu termasuk dalam suatu komunitas atau golongan yang disebut umat.
Menurut Emile Durkheim (1976), agama adalah salah satu sistem kepercayaan beserta praktiknya, berkenaan dengan hal-hal yang sakral yang menyatukan pengikutnya dalam suatu komunitas moral. Agama berisi tentang:
a. sesuatu yang dianggap sakral, melebihi kehidupan duniawi dan menimbulkan rasa kekaguman dan penghormatan;
b. sekumpulan kepercayaan tentang hal yang dianggap sakral
c. penegasan kepercayaan dengan melaksanakan ritual, yaitu aktivitas keagamaan,dan
d. sekumpulan kepercayaan yang ikut dalam ritual yang sama.
Dari contoh yang terdapat dalam sejarah bisa diambil kesimpulan bahwa kepercayaan mempunyai pengaruh pada kehidupan masyarakat, dan sebaliknya, keadaan masyarakat mempengaruhi pula kepercayaan.
Sebagai salah satu dasar ikatan, agama berbeda dengan dasar ikatan lain, seperti keturunan, ras, suku, bangsa, ataupun pekerjaan. Dapat dikatakan agama merupakan bagian yang sangat mendalam dari kepribadian atau privacy seseorang, karena agama selalu bersangkutan dengan kepekaan emosional.
DEFINISI AGAMA
Agama ialah suatu jenis sistem sosial yang yang dibuat oleh penganut-penganutnya yang berporos pada kekuatan-kekuatan nonempiris yang dipercayainya untuk mencapai keselamatan bagi diri mereka dan masyarakat luas umumnya.
- Agama disebut jenis sistem sosial : hal ini menjelaskan bahwa agama adalah suatu fenomena sosial, suatu peristiwa kemasyarakatan, suatu sistem sosial yang dapat dianalisis, karena terdiri atas suatu kompleks kaidah dan peraturan yang dibuat saling berkaitan dan terarahkan kepada tujuan tertentu.
- Agama berporos pada kekuatan-kekuatan nonempiris : ungkapan ini menjelaskan bahwa agama itu khas berurusan dengan kekuatan-kekuatan dari “dunia luar” yang di-“huni” oleh kekuatan-kekuatan yang lebih tinggi daripada kekuatan manusia dan yang dipercayai sebagai arwah, roh-roh, dan roh tertinggi.
PERAN AGAMA DALAM MASYARAKAT
1. agama sebagai motivator : agama memberikan dorongan batin/motif, akhlak dan moral manusia yang mendasari dan melandasi cita-cita dan perbuatan manusia dalam seluruh aspek hidup dan kehidupan, termasuk segala usaha dalam pembangunan.
2. Agama sebagai creator dan innovator : agama memberikan dorongan untuk bekerja kreatif dan produktif dengan penuh dedikasi untuk membangun kehidupan dunia dan akhirat yang lebih baik. Agama juga mendorong adanya pemberuan dan penyempurnaan (innovatif)
3. Agama sebagai integrator : agama menyerasikan segenap aktifitas manusia baik secara perorangan maupun kelompok masyarakat.agama mengajarkan kehidupan rukun tetram damai dan bekerja sama dalam mencapai kesejahteraan lahir batin.
4. Agama sebagai sublimator : agama berfungsi untuk mengkuduskan segala perbuatan manusia sehingga perbuatan manusia bukan saja bersifat keagamaan tetapi juga perbuatan yang dijalankan dengan tulus dan ikhlas dan penuh pengabdian secara agama, bahwa segala pekerjaan yang baik merupakan bagian pelaksanaan ibadah insan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
5. Agama sebagai sumber inspirasi budaya bangsa : agama melahirkan hasil budaya fisik berupa cara berpakaian, gaya arsitektur, dan lain-lain.
LINGKUP AGAMA
Berdasarkan pengamatan analitis atas kawasan agama sebagai obyek sosiologi, kita dapat membedakannya dalam tiga kawasan agama:
1. Kawasan putih
2. Kawasan hijau
3. Kawasan hitam
Istilah yang dipakai dalam bahasa sehari-hari itu dimaksud untuk memudahkan pendekatan terhadap masalahnya, dan untuk memahami motivasi manusia beragama secara baik.
Kawasan putih
Suatu kawasan dimana kebutuhan manusiawi yang hendak dicapai masih dapat diraih dengan kekuatan manusia itu sendiri. Manusia tidak perlu lari kepada kekuatan yang supra empiris. Dengan akal budinya yang dibantu oleh teknologi maka usahanya dapat berhasil. Orang di dalam kawasan putih lebih cepat lari pada kekuatan “gaib” untuk meminta bantuan karena sempitnya pengetahuan mereka tentang agama dan ketuhanan dalam agama.
Kawasan hijau
Meliputi daerah usaha dimana manusia merasa aman dalam artian akhlak (moral). Dalam kawasan ini tingkah laku manusia diatur oleh norma-norma rasional yang mendapat pengesahan oleh agama. Misalnya hal yang berkaitan dengan hidup kekeluargaan, perkawinan, warisan, dan hal-hal lain yang merupakan peraturan manusia namun disahkan oleh agama yang dianutnya. Dengan adanya pengesahan itulah kemudian tidak ada kebimbangan dan keraguan yang membayari manusia di “kawasan hijau”.
Kawasan hitam
Meliputi daerah usaha dimana manusia secara mendasar dan mengalami kegagalan total yang disebabkan ketidakmampuan mutlak manusia itu sendiri. Kawasan ini disebut daerah hitam atau gelap karena akal manusia tidak sanggup menangkap hakekat kekuatan “luar” (agama), karena manusia itu menganggap “Dia” (Tuhan) berada di luar jangkauan pengalamannya. Walaupun demikian orang-orang dalam kawasan ini masih dapat menemukan jalannya dalam agama dengan mengerti cara-cara atau mengenal ritual-ritual yang harus ditaati agar bertemu dengan “Dia”. Dengan ini manusia dapat mengatasi masalah-masalah yang paling mendasar dari dalam dirinya seperti ketidakpastian,ketidakmampuan, dan kelangkaan.
Ketika orang-orang dalam kawasan hitam telah dapat betemu dengan “Dia” akan merasa aman dan penuh jaminan. Di dalam kawasan hitam dimana manusia dihadapkan dengan teka-teki yang tak terjawab, sosiologi agama mencoba menelusuri masalahnya hingga manusia tersebut sudah sampai pada “titik putus” itu masih dapat mempunyai arti penting bagi dirinya dan masyarakat berkat hubungan dengan “Dia” yang dapat ia temukan dalam agama.
PENELITIAN AGAMA DENGAN PENDEKATAN SOSIOLOGIS
Sosiologi agama dirumuskan secara luas sebagai suatu studi tentang interrelasi dari agama dan masyarakat serta bentuk-bentuk interaksi yang terjadi diantara mereka. Anggapan para sosiolog bahwa dorongan-dorongan, gagasan-gagasan, dan kelembagaan agama mempengaruhi, dan sebaliknya juga dipengarruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial adalah tepat. Seorang sosiologagama bertugas menyelidiki bagaimana tata cara masyarakat, kebudayaan dan pribadi-pribadi mempengaruhi agama, sebagaimana agama itu sendiri mempengaruhi mereka. Kelompok-kelompok yang berpengaruh terhadap agama, fungsi-fungsi ibadat untuk masyarakat, tipologi dari lembaga-lembaga keagamaan dan tanggapan-tanggapan agama terhadap ttata duniawi, interaksi langsung dan tidak langsung antara sistem-sistem religius masyarakat dan sebagainya termasuk bidang penelitian sosiologi agama.
Yang dimaksud kelompok-kelompok dan lembaga keagamaan adalah pranata-pranata sosial yang menjadi infrastruktur tegaknya agama dalam masyarakat, yang meliputti organisasi keagamaan (sekte, cult, ormas keagamaan), pemimpin keagamaan (ulama, kiai, pendeta), pengikut suatu agama (jamaah, umat), upacara-upacara keagamaan (ritus, ibadah, kebaktian, doa), sarana peribadatan (masjid, gereja, pura), dan proses sosialisasi doktrin-doktrin agama (sekolah, pesantren).
Contoh diferensiasi sosial berdasarkan agama adalah perbedaan agama mahasiswa Universitas Brawijaya. Universitas Brawijaya merupakan universitas negri yang mempunyai banyak mahasiswa dan dari sekian banyaknya mahasiswa dan mahasiswi Universitas Brawijaya menunjukkan bahwa dalam Universitas Brawijaya terdapat pula banyak perbedaan agama yang dianut oleh para mahasiswanya yang datang dari berbagai kalangan dan berbagai daerah, dalam atau luar negri.Dalam menyikapi perbedaan tersebut, Universitas Brawijaya mewadahinya dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Minat Kesejahteraan Mahasiswa dalam bidang agama diantaranya yaitu:
a. UAK Kerohanian Islam
b. UAK Katolik
c. UAK Kristen
d. UAK Hindu
e. UAK Budha
Meskipun dalam kehidupan perkuliahan terdapat banyak sekali ragam agama yang dianut oleh para mahasiswa itu tidak menimbulkan konflik antar mahasiswa karna perbedaan agama karena mereka merupakan satu kesatuan sama-sama mahasiswa Universitas Brawijaya meski dalam perbedaan.
Upacara-upacara berlatar keagamaan juga sering diadakan di kampus seperti contohnya acara sholat idul adha bersama di lapangan rektorat Universitas Brawijaya, sholat idul jum’at bersama di masjid Raden Patah Universitas Brawijaya.
Pada tahun ajaran baru 2013 Universitas Brawijaya mengadakan acara Pendidikan Karakter Berbasis Religi (PKBR),Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membentuk karakter mahasiswa yang berbudi luhur melalui konsep religius sebagai tonggak yang kokoh dalam proses pembelajaran dan kehidupan bermasyarakat. Dalam acara ini seluruh mahasiswa baru angkatan 2013 Universitas Brawijaya diwajibkan mengikuti acara tersebut selama satu semester dimana dalam acara tersebut mahasiswa dibimbing dan diarahkan menuju pembelajaran berbasis keagamaan sesuai kepercayaan masing-masing. Kegiatan ini berlangsung setiap hari sabtu atau minggu dan diisi dengan siraman rohani atau kajian keagamaan.
Hal itu membuktikan bahwa dalam suatu lingkup masyarakat terdapat diferensiasi sosial khususnya diferensiasi berdasarkan agama.
DAFTAR PUSTAKA
- Dr.H. Zulfi Mubaraq,Sosiologi agama (UIN-maliki press,2010)
- Dr. D.Hendropuspito,O.C, sosiologi agama (kanisius)
- Prof.Dr.Imam Suprayogo, Drs.Tobroni,M.Si, metodologi penelitian sosial agama (PT. Remaja Rosdakarya Bandung)
- S.Sos., Widhiyana, Anna Ratna. 2011. Buku Kerja SMA Sosiologi. (Surakarta: Suara Media Sejahtera)
- Sosiologi, Tim. 2006. Sosiologi Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat. Jakarta: Yudhistira.
Diferensiasi sosial adalah perbedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang tidak menunjukkan adanya suatu tingkatan (hierarki). Artinya, tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi ataupun lebih rendah.
Diferensiasi sosial dalam masyarakat ditimbulkan oleh adanya ciri-ciri tertentu, yaitu:
1. Ciri fisik yang berkaitan dengan ras.
2. Ciri sosial yang berkaitan dengan fungsi warga masyarakat dalam kehidupan sosial.
3. Ciri budaya, biasanya orang cenderung membedakan atas dasar perbedan kebudayaannya.
BENTUK DIFERENSIASI SOSIAL
Sebagai perwujudan pembagian sosial yang tidak bertingkat, maka faktor-faktor yang dijadikan dasar pembedaan juga tidak menunjukkan adanya tingkatan. Ada enam macam bentuk diferensiasi sosial, yaitu:
1. Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan ras
2. Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan agama
3. Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan jenis kelamin
4. Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan profesi
5. Diferensiasi sosial berdasarkan klan
6. Diferensiasi sosial berdasarkan suku bangsa
DIFERENSIASI SOSIAL BERDASARKAN AGAMA
Diferensiasi sosial berdasarkan agama terwujud dalam kenyataan sosial bahwa masyarakat terdiri atas orang-orang yang menganut suatu agama tertentu termasuk dalam suatu komunitas atau golongan yang disebut umat.
Menurut Emile Durkheim (1976), agama adalah salah satu sistem kepercayaan beserta praktiknya, berkenaan dengan hal-hal yang sakral yang menyatukan pengikutnya dalam suatu komunitas moral. Agama berisi tentang:
a. sesuatu yang dianggap sakral, melebihi kehidupan duniawi dan menimbulkan rasa kekaguman dan penghormatan;
b. sekumpulan kepercayaan tentang hal yang dianggap sakral
c. penegasan kepercayaan dengan melaksanakan ritual, yaitu aktivitas keagamaan,dan
d. sekumpulan kepercayaan yang ikut dalam ritual yang sama.
Dari contoh yang terdapat dalam sejarah bisa diambil kesimpulan bahwa kepercayaan mempunyai pengaruh pada kehidupan masyarakat, dan sebaliknya, keadaan masyarakat mempengaruhi pula kepercayaan.
Sebagai salah satu dasar ikatan, agama berbeda dengan dasar ikatan lain, seperti keturunan, ras, suku, bangsa, ataupun pekerjaan. Dapat dikatakan agama merupakan bagian yang sangat mendalam dari kepribadian atau privacy seseorang, karena agama selalu bersangkutan dengan kepekaan emosional.
DEFINISI AGAMA
Agama ialah suatu jenis sistem sosial yang yang dibuat oleh penganut-penganutnya yang berporos pada kekuatan-kekuatan nonempiris yang dipercayainya untuk mencapai keselamatan bagi diri mereka dan masyarakat luas umumnya.
- Agama disebut jenis sistem sosial : hal ini menjelaskan bahwa agama adalah suatu fenomena sosial, suatu peristiwa kemasyarakatan, suatu sistem sosial yang dapat dianalisis, karena terdiri atas suatu kompleks kaidah dan peraturan yang dibuat saling berkaitan dan terarahkan kepada tujuan tertentu.
- Agama berporos pada kekuatan-kekuatan nonempiris : ungkapan ini menjelaskan bahwa agama itu khas berurusan dengan kekuatan-kekuatan dari “dunia luar” yang di-“huni” oleh kekuatan-kekuatan yang lebih tinggi daripada kekuatan manusia dan yang dipercayai sebagai arwah, roh-roh, dan roh tertinggi.
PERAN AGAMA DALAM MASYARAKAT
1. agama sebagai motivator : agama memberikan dorongan batin/motif, akhlak dan moral manusia yang mendasari dan melandasi cita-cita dan perbuatan manusia dalam seluruh aspek hidup dan kehidupan, termasuk segala usaha dalam pembangunan.
2. Agama sebagai creator dan innovator : agama memberikan dorongan untuk bekerja kreatif dan produktif dengan penuh dedikasi untuk membangun kehidupan dunia dan akhirat yang lebih baik. Agama juga mendorong adanya pemberuan dan penyempurnaan (innovatif)
3. Agama sebagai integrator : agama menyerasikan segenap aktifitas manusia baik secara perorangan maupun kelompok masyarakat.agama mengajarkan kehidupan rukun tetram damai dan bekerja sama dalam mencapai kesejahteraan lahir batin.
4. Agama sebagai sublimator : agama berfungsi untuk mengkuduskan segala perbuatan manusia sehingga perbuatan manusia bukan saja bersifat keagamaan tetapi juga perbuatan yang dijalankan dengan tulus dan ikhlas dan penuh pengabdian secara agama, bahwa segala pekerjaan yang baik merupakan bagian pelaksanaan ibadah insan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
5. Agama sebagai sumber inspirasi budaya bangsa : agama melahirkan hasil budaya fisik berupa cara berpakaian, gaya arsitektur, dan lain-lain.
LINGKUP AGAMA
Berdasarkan pengamatan analitis atas kawasan agama sebagai obyek sosiologi, kita dapat membedakannya dalam tiga kawasan agama:
1. Kawasan putih
2. Kawasan hijau
3. Kawasan hitam
Istilah yang dipakai dalam bahasa sehari-hari itu dimaksud untuk memudahkan pendekatan terhadap masalahnya, dan untuk memahami motivasi manusia beragama secara baik.
Kawasan putih
Suatu kawasan dimana kebutuhan manusiawi yang hendak dicapai masih dapat diraih dengan kekuatan manusia itu sendiri. Manusia tidak perlu lari kepada kekuatan yang supra empiris. Dengan akal budinya yang dibantu oleh teknologi maka usahanya dapat berhasil. Orang di dalam kawasan putih lebih cepat lari pada kekuatan “gaib” untuk meminta bantuan karena sempitnya pengetahuan mereka tentang agama dan ketuhanan dalam agama.
Kawasan hijau
Meliputi daerah usaha dimana manusia merasa aman dalam artian akhlak (moral). Dalam kawasan ini tingkah laku manusia diatur oleh norma-norma rasional yang mendapat pengesahan oleh agama. Misalnya hal yang berkaitan dengan hidup kekeluargaan, perkawinan, warisan, dan hal-hal lain yang merupakan peraturan manusia namun disahkan oleh agama yang dianutnya. Dengan adanya pengesahan itulah kemudian tidak ada kebimbangan dan keraguan yang membayari manusia di “kawasan hijau”.
Kawasan hitam
Meliputi daerah usaha dimana manusia secara mendasar dan mengalami kegagalan total yang disebabkan ketidakmampuan mutlak manusia itu sendiri. Kawasan ini disebut daerah hitam atau gelap karena akal manusia tidak sanggup menangkap hakekat kekuatan “luar” (agama), karena manusia itu menganggap “Dia” (Tuhan) berada di luar jangkauan pengalamannya. Walaupun demikian orang-orang dalam kawasan ini masih dapat menemukan jalannya dalam agama dengan mengerti cara-cara atau mengenal ritual-ritual yang harus ditaati agar bertemu dengan “Dia”. Dengan ini manusia dapat mengatasi masalah-masalah yang paling mendasar dari dalam dirinya seperti ketidakpastian,ketidakmampuan, dan kelangkaan.
Ketika orang-orang dalam kawasan hitam telah dapat betemu dengan “Dia” akan merasa aman dan penuh jaminan. Di dalam kawasan hitam dimana manusia dihadapkan dengan teka-teki yang tak terjawab, sosiologi agama mencoba menelusuri masalahnya hingga manusia tersebut sudah sampai pada “titik putus” itu masih dapat mempunyai arti penting bagi dirinya dan masyarakat berkat hubungan dengan “Dia” yang dapat ia temukan dalam agama.
PENELITIAN AGAMA DENGAN PENDEKATAN SOSIOLOGIS
Sosiologi agama dirumuskan secara luas sebagai suatu studi tentang interrelasi dari agama dan masyarakat serta bentuk-bentuk interaksi yang terjadi diantara mereka. Anggapan para sosiolog bahwa dorongan-dorongan, gagasan-gagasan, dan kelembagaan agama mempengaruhi, dan sebaliknya juga dipengarruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial adalah tepat. Seorang sosiologagama bertugas menyelidiki bagaimana tata cara masyarakat, kebudayaan dan pribadi-pribadi mempengaruhi agama, sebagaimana agama itu sendiri mempengaruhi mereka. Kelompok-kelompok yang berpengaruh terhadap agama, fungsi-fungsi ibadat untuk masyarakat, tipologi dari lembaga-lembaga keagamaan dan tanggapan-tanggapan agama terhadap ttata duniawi, interaksi langsung dan tidak langsung antara sistem-sistem religius masyarakat dan sebagainya termasuk bidang penelitian sosiologi agama.
Yang dimaksud kelompok-kelompok dan lembaga keagamaan adalah pranata-pranata sosial yang menjadi infrastruktur tegaknya agama dalam masyarakat, yang meliputti organisasi keagamaan (sekte, cult, ormas keagamaan), pemimpin keagamaan (ulama, kiai, pendeta), pengikut suatu agama (jamaah, umat), upacara-upacara keagamaan (ritus, ibadah, kebaktian, doa), sarana peribadatan (masjid, gereja, pura), dan proses sosialisasi doktrin-doktrin agama (sekolah, pesantren).
Contoh diferensiasi sosial berdasarkan agama adalah perbedaan agama mahasiswa Universitas Brawijaya. Universitas Brawijaya merupakan universitas negri yang mempunyai banyak mahasiswa dan dari sekian banyaknya mahasiswa dan mahasiswi Universitas Brawijaya menunjukkan bahwa dalam Universitas Brawijaya terdapat pula banyak perbedaan agama yang dianut oleh para mahasiswanya yang datang dari berbagai kalangan dan berbagai daerah, dalam atau luar negri.Dalam menyikapi perbedaan tersebut, Universitas Brawijaya mewadahinya dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Minat Kesejahteraan Mahasiswa dalam bidang agama diantaranya yaitu:
a. UAK Kerohanian Islam
b. UAK Katolik
c. UAK Kristen
d. UAK Hindu
e. UAK Budha
Meskipun dalam kehidupan perkuliahan terdapat banyak sekali ragam agama yang dianut oleh para mahasiswa itu tidak menimbulkan konflik antar mahasiswa karna perbedaan agama karena mereka merupakan satu kesatuan sama-sama mahasiswa Universitas Brawijaya meski dalam perbedaan.
Upacara-upacara berlatar keagamaan juga sering diadakan di kampus seperti contohnya acara sholat idul adha bersama di lapangan rektorat Universitas Brawijaya, sholat idul jum’at bersama di masjid Raden Patah Universitas Brawijaya.
Pada tahun ajaran baru 2013 Universitas Brawijaya mengadakan acara Pendidikan Karakter Berbasis Religi (PKBR),Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membentuk karakter mahasiswa yang berbudi luhur melalui konsep religius sebagai tonggak yang kokoh dalam proses pembelajaran dan kehidupan bermasyarakat. Dalam acara ini seluruh mahasiswa baru angkatan 2013 Universitas Brawijaya diwajibkan mengikuti acara tersebut selama satu semester dimana dalam acara tersebut mahasiswa dibimbing dan diarahkan menuju pembelajaran berbasis keagamaan sesuai kepercayaan masing-masing. Kegiatan ini berlangsung setiap hari sabtu atau minggu dan diisi dengan siraman rohani atau kajian keagamaan.
Hal itu membuktikan bahwa dalam suatu lingkup masyarakat terdapat diferensiasi sosial khususnya diferensiasi berdasarkan agama.
DAFTAR PUSTAKA
- Dr.H. Zulfi Mubaraq,Sosiologi agama (UIN-maliki press,2010)
- Dr. D.Hendropuspito,O.C, sosiologi agama (kanisius)
- Prof.Dr.Imam Suprayogo, Drs.Tobroni,M.Si, metodologi penelitian sosial agama (PT. Remaja Rosdakarya Bandung)
- S.Sos., Widhiyana, Anna Ratna. 2011. Buku Kerja SMA Sosiologi. (Surakarta: Suara Media Sejahtera)
- Sosiologi, Tim. 2006. Sosiologi Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat. Jakarta: Yudhistira.
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)


