Jumat, 26 September 2014

REVIEW CATATAN PENTING PENELITIAN KUALITATIF


 REVIEW CATATAN PENTING PENELITIAN KUALITATIF

Oleh Professor Andreas Budiharjo


Luaiyibni Fatimatus Zuhra

135110801111014
Antropologi Sosial
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Brawijaya

PENGERTIAN PENELITIAN KUALITATIF MENURUT BEBERAPA AHLI

Creswell 1998 : suatu proses penelitian berdasarkan tradisi metodologi yang berbeda dari penelitian yang hanya mengeksplorasi masalah sosial atau manusia saja dan sebuah penelitian di alam dan laporan yang disusun berdasarkan laporan rinci dari informan secara kompleks.
Menurut Creswell para peneliti yang menggunakan penelitian kualitatif harus mempunyai komitmen untuk bekerja dengan waktu yang lama di lapangan dimana waktu yang diperlukan memang cukup lama untuk menganalisis data agar para peneliti dapat menunjukkan penelitiannya dengan berbagai prespektif.
Denzin dan Lincoln 1994 : sebuah studi yang menggunakan berbagai macam bahan empiris. Seperti contohnya studi kasus tentang pengalaman pribadi, introspektif, cerita hidup, wawancara, observasi, interaksional dan interpretasi visual yang mengungkapkan/mendeskripsikan tentang sebuah masalah seorang individu.
Rossman dan Rallis 2003 : penelitian yang berlangsung di alam dengan menggunakan beberapa metode yang interaktif dan humanistic serta interpretasi yang paling mendasar.

KESALAHAN UMUM DALAM PENELITIAN KUALITATIF

·         Abstrak studi kasus tidak terorganisir secara baik
·         Latar belakang penelitian terlalu luas sehingga tidak terfokus
·         Tujuan penelitian tidak jelas
·         Tinjauan teoritis juga tidak  terorganisir dengan baik
·         Analisis data yang lemah
·         Kesimpulan tidak relevan seiring berjalannya waktu saat penelitian lapangan
·         Data merupakan data temuan saat dilapangan
·         Pemaksaan terhadap kerangka atau konsep
·         Adanya sampel yang salah
·         Generalisasi yang berlebihan

PROSES PENELITIAN KUALITATIF

Memilih subjek pernyataan dan pernyataan masalah
·         Mengkaji pustaka
·         Merumuskan pertanyaan dan tujuan penelitian
·         Pengumpulan data
·         Mempertimbangkan permasalahan etnis masyarakat tempat yang akan diteliti
·         Memastikan kualitas temuan lapangan : verifikasi / triagulasi
·         Menulis artikel untuk jurnal

MEMULAI PENELITIAN KUALITATIF

Pernyataan masalah

Pengantar

·         seorang peneliti harus menyatakan masalah apa yang akan membimbingnya untuk mendapatkan sebuah pengetahuan yang akan ia pelajari.

Soal pernyataan

·         soal yang akan diajukan dianggap sebagai kebutuhan penelitian maka harus dirumuskan secara jelas.

TUJUAN PERNYATAAN

          Tujuan pernyataan merupakan tujuan utama dari penelitian kualitatif. Peryataan ini akan memudahkan pembaca untuk mengetahui maksud dan tujuan dari penelitian. Perytaan juga harus ditulis secara singkat namun jelas.

PERNYATAAN PENELITIAN


          Pertanyaan sentral merupakan hal  yang ingin diketahui oleh peneliti dengan melakukan penelitian. Masalah penelotian harus fokus dan didefinisikan dengan baik karena itu adalah rumus pembuatan pertanyaan penelitian yang jelas.

         

ETIKA DALAM PENELITIAN KUALITATIF

Dalam penelitian para peneliti harus mempertimbangkan isu-isu dan etika dalam kegiatan mereka sehubungan dengan informan, penyandang dana, dan pihak lain yang mungkin memiliki implikasi negative dalam penelitian.

ISU ETIS (DISESUAIKAN DARI BOEIJE 2010)

·         prinsip-prinsip etis seperti fokus informan, privasi dan kerahasiaan
·         standar professional seperti proposal penelitian, manfaat, biaya, dan resiko bagi para peneliti
·         topic sensitive
·         pelaporaan hasil

PENGUMPULAN DATA KUALITATIF

          Pengumpulan data pada penelitian kualitatif didapat melalui
·         Peserta observasi
·         Pengamatan
·         Wawancara kualitatif
·         Diskusi kelompok yang terarah
·         Mempunyai narasi
·         Sejarah hidup
·         Analisis sejarah
·         Data visual
·         Dokumen dan lain-lain

ASUMSI PARADIGMA ANTARA PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

NO
ASUMSI
KUANTITATIF
KUALITATIF
KETERANGAN
1
ONTOLOGIS
Realitas obyektif
Realitas subyektif
Apakah sifat dari realitas?
2
EPISTEMOLOGIS
Peneliti bersifat independen dari apa yang sedang ia teliti
Peneliti berinteraksi dengan informan
Apa hubungan peneliti dengan yang diteliti?
3
AKSIOLOGIS
Nilai bebas dan tidak samar
Nilai berdasarkan sarat dan samar
Apa peran nilai dalam penelitian?
4
RETORIS
Formal
Informal
Bahasa apa yang digunakan dalam penelitian?
5
METODOLOGIKAL
Proses deduktif
Proses induktif
Proses apa yang digunakan dalam penelitian


Untuk memperjelas data laporan/jurnal yang telah ada dalam metode penelitian kualitatif gunakanlah data yang akurat dan sumber deskripsi yang jelas agar memudahkan pembaca untuk memahami isi dari laporan/jurnal penelitian sehingga bermanfaat bagi para pembacanya.

Jumat, 27 Juni 2014

PARIWISATA DAN MARGINALISASI

  PARIWISATA DAN MARGINALISASI

Dalam Artikel Yang Ditulis Oleh Victor Azarya


Luaiyibni Fatimatus Zuhra

135110801111014
Antropologi Sosial
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Brawijaya


Beberapa tahun terakhir publik terfokus pada efek samping yang ditimbulkan oleh adanya globalisasi khususnya pada pariwisata internasional. Globalisasi umumnya adalah sebuah proses dimana semakin ketatnya hubungan politik nasional dengan politik internasional yang menghubungkan masyarakat satu dan lainnya dalam cakupan dunia sehingga menimbulkan sebuah ketergantungan dan menimbulkan terkikisnya jaringan lokal yang kalah bersaing dalam tatanan global yang lebih besar.
Pariwisata merupakan hal yang telah menglobal pula dapat menjadi sebab dan akibat dari adanya globalisasi. Tidak haya banyaknya orang yang bertemu satu sama lain di satu tempat namun juga barang dan jasa perjalanan yang ditawarkan dalam pariwista tersebar di seluruh dunia demi memenuhi kebutuhan para wisatawan. Pariwisata juga berkembang sebagai akibat dari globalisasi seperti yang dikatakan oleh Wood “ McDonald melambangkan pariwisata yng tidak hanya melambangkan globalisasi dalam gerakan besar-besaran yang melibatkan orang-orang saja namun juga melibatkan hubungan ekonomi, politik dan unsure sosial budaya” (Wood, 1997:2)
Pariwisata digolongkan menjadi industry terbesar dunia dimana pendapatan pariwisata diperkirakan melebihi industry ekspor manapun (Wood, 1997:1;Tisdell, 2001:3) peningkatan wisatawan dari tahun ketahun diperkirakan terus tumbuh 4,5 persen setiap tahunnya. Pariwisata cenderung memberikan pengalaman berbeda kepada para wisatawan dimana pariwisata menyuguhkan hal yang berbeda dan baru dari hari-hari biasa yang dijalani oleh banyak orang. Pariwisata lebih identik dengan pusat peradaban, monument penting, istana, situs sejarah, dan tempat-tempat rekreasi dimana Negara-negara yang menjadi destinasi utama pariwisata bagi para wisatawan adalah Prancis, Spanyol, Amerika Serikat, Italia, dan China (World Tourism Organization, 2003).
          Efek yang ditimbulkan oleh para wisatawan adalah selain mereka ingin mengetahui lebih lanjut tentang tempat pariwisata itu seniri, mereka juga masih mengharapkan pelayanan lebih dari para tuan rumah dan seakan-akan meminta para masyarakatnya untuk menghormati mereka yan berkunjung dengan beberapa imbalan. Marginalisasi yang diakibatkan oleh pariwisata menyebabkan para masayarakat di sekitar tempat pariwisata menjadi terisolir dari wilayah mereka sendiri seperti contohnya taman nasional maasai di Tanzania dimana masyarakatnya yang masih tergolong  primitive dan bersifat berpindah-pindah (nomaden) menggantungkan hidupnya kepada alam dengan berburu dan meramu namun sejak wilayah ini dijadikan sebagai taman nasional, hewan-hewan liar disini digolongkan sebagai hewan yang dilindungi oleh Negara sehingga para masyarakatnya termarginalkan dan menderita  dengan tidak adanya hewan yang dapat diburu lagi karena dianggap melanggar hukum Negara dan membahayakan bagi satwa karena dapat terjadi kepunahan padahal nyatanya hewan yang dilindungi disini dianggap lebih menghasilkan pendapatan yang lebih besar di bidang pariwisata  daripada keprimitifan masyarakat maasai Tanzania .
Sejak adanya taman nasional ini para masyarakatnya kemudian diungsikan ke daerah konservasi di Ngorongro. Mereka telah menemukan diri mereka tak berdaya pada pemerintahan yang sewenang-wenang menganggap kehadiran mereka mengganggu dan merugikan habitat alam dan satwa liar. Betapa ironisnya dimana masyarakat tradisional yang bergantung  pada alam kemudian menjadi korban dari hukum atas alasan sebuah konservasi perlindungan alam dan satwa, serta manusia yang seharusnya dapat menjadikan hewan menjadi hidangan mereka malah menjadi saingan terbesar untuk mendapatkan pengakuan Negara. Di tengah keadaan tersebut masyarakatnya tetap hidup dalam kemiskinan dan hanya menjadi buruh di wilayah konservasi seperti menjadi petugas keamanan dan lainnya dengan upah rendah. Marginalitas merupakan sisi buruk dari pariwisata yang kadang tidak diperhatikan karena pariwisata lebih terkenal dengan keuntungannya daripada sisi kerugiannya.

1.       Apakah masih dapat disebut marginalisasi jika pada kenyataannya masyarakat di sekitar daerah pariwisata tidak terpaksa meninggalkan tanahnya untuk pariwisata pada investor asing karena ingin mendapatkan keuntungan dengan cara yang cepat daripada mempertahankan tanahnya yang ia sendiri tidak mempunyai kemampuan untuk menjadikan tanahnya sebagai tempat yang dapat menghasilkan uang?


BUDAYA DAN PARIWISATA


BUDAYA DAN PARIWISATA
Budaya adalah peradaban dan sesuatu yang kompleks, budaya dapat diteliti, budaya dapat berubah setiap waktu. Budaya dalam konteks pariwisata adalah sesuatu yang dapat dijual/dibeli meskipun hal unik yang sering ditemui merupakan sebuah imitasi. Pariwisata dilihat sebagai komoditisasi (upaya penjualan kebudayaan untuk tujuan konsumerisme) dilihat dari sudut pandang postmoderenisme.
Pearce (1989) mengidentifikasi beberapa karakteristik dari pariwisata. Pertama bahwa kegiatan pariwisata adalah hubungan timbal balik yang bersifat sementara antara tuan rumah dan tamu, kedua tentang fakta bahwa tamu berlibur sedangkan tuan rumah bekerja, ketiga adanya unsur musiman, dan keempat adanya factor ekonomi.
Geertz hofstede (1991) mengatakan ada beberapa lapisan budaya
1.       Level nasional (mengacu pada satu negara)
2.       Level suku, agama, ethnic, dan bahasa
3.       Level gender
4.       Level generasi (umur)
5.       Level kelas sosial (pekerjaan dan profesi)
Poon mengatakan jika pariwisata hanya dilihat sebagai bisnis dan faktor produksi maka kemudian budaya tidak akan ada maknanya selain menjadikannya sebagai alat  mendapatkan uang. Selain parisata sebagai tujuan rekreasi pariwisata juga mempunyai beberapa tujuan seperti wisata kesehatan, wisata olahraga, wisata budaya, dan pariwisata konverensi (wahab;1975).
Beberapa penulis juga telah menghubungkan pariwisata dengan konsumsi (greenwood, 1989; burns dan holden, 1995; ritzer, 1998). Selwyn (1996) juga menarik kesimpulan bahwa pariwisata sebagai bahan dan tradisi spiritual pada tingkat komersial dengan turis.


PENDEKATAN POST STRUKTURALISME DIDALAM STUDI FOLKLORE


PENDEKATAN POST STRUKTURALISME

DIDALAM STUDI FOLKLORE
Martha C. Sims dan Martine Stephens dalam Bukunya Living Folklore

Luaiyibni fatimatus Zuhra
135110801111014
Antropologi sosial
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Brawijaya



Dalam Struturalisme, fungsionalisme, dan pendekatan psikoanalitik untuk menafsirkan cerita sebenarnya merupakan satu kesatuan yang utuh dengan satu makna paling penting didalamnya sedangkan pada pendekatan post stukturalisme melihat sebuah cerita rakyat melihat hal lain didalamnya dengan mengorganisasi elemen-elemen dalam teks atau urutan peristiwa yang merupakan ide pokok dan mencari makna lain yang tergambarkan dalam setiap cerita tergantung dalam konteks kebudayaan serta sosialnya.
Beberapa ahli folklore menggunakan tiga pendekatan yaitu pertama menggunakan interpretasi feminis, kedua menggunakan etnografi timbale balik, ketiga menggunakan pemdekatan interseksional untuk menganalisis folklore untuk menghindari agar tidak adanya adanya merginalisasi kelompok, hirarki sosial, dan konstruksi identitas dalam analisis mereka.

Interpretasi feminis

       Para ahli folklore mulai mempertimbangkan pendekatan feminis dalam cerita rakyat dimana yelah banyak artikel telah membicarakan tentang perempuan. Tidak sama dengan pendekatan funsionalis ataupun strukturalis, para pendukung feminis berusaha untuk memperluas prespektif tentang perempuan dan tidak hanya dalam prespektif laki-laki. Hal ini diteliti berdasarkan beberapa hal menarik tentang cerita rakyat yang didominasi perempuan dan menghasilkan wawasan baru dalam cerita rakyat dimana sebuah cerita tidak hanya didominasi oleh pemeran laki-laki dan pemeran perempuan selalu dikontrol dalam kekuasaan lingkungan mereka sendiri.

Etnogafi  reprosikal

Etnografi reprosikal mengasumsikan bahwa kebanyakan orang tidak tahu cara berkomunikasi melalui folklore namun mereka hanya menafsirkan folklore melalui penafsiran mereka masing-masing.  Pendekatan ini menggabungkan pandangan para anggota masyarakat tentang folklore dan interpretasi kontekstual. Para ahli folklore bahkan mengakui bahwa mereka juga berputa-putar saja dalam analisis mereka sendiri dan bahkan teks mereka bisa menjadi sebuah etnosentris maka dari itulah mereka kemudian mewawancarai beberapa masyarakat yang kemudian mereka anggap sebagai konsultan untuk mencari pemahaman yang lebih kompleks dan mengomentari analisis mereka saat kajian para ahli ini telah selesai dibuat. Kesimpulannya para ahli folklore ini hanya terfokus pada penafsiran si “konsultan” lalu mereka menganalisis kembali menggunakan pendekatan interpreting folklore, pendekatan ini disebut sebagai pendekatan etnografi reprosikal seperti yang dilakukan oleh Elaine Lawness dalam penelitiannya.

Intersecsionality

Para ahli folklore mencari tahu bagaimana, kapan, dan mengapa masyarakat bisa berbagi cerita rakyat dan cara mereka berhubungan melalui kontak fisik, sosial, dan budaya yang mereka ekspresikan melalui tindakan komunikasi. Para ahli ini melihat bagaimana kemudian sebuah folklore dapat mempengaruhi kekuatan sosial dan politik melalui karakteristik psikologis dan emosional masyarakat. Pendekatan ini menggambarkan  cara folklore dapat berpengaruh pada masyarakat. Pendekatan ini juga memberikan dasar diskusi tentang masalah yang bekaitan dengan kekuasaan, gender, etnis, usia, dan dinamika sosial dalam masyarakat.
Pendekatan-pendekatan dalam studi folklore (cerita rakyat) menginterpretasikan tentang masyarakat yang berkomunikasi satu sama lain dalam konteks yang membentuk sebuah ekspresi budaya serta penafsiran teks dalam konteks. Perbedaan prespektive dalam analisis cerita rakyat telah meberikan cara lain untuk memahami konsep-konsep yang terkait dalam cerita rakyat serta kekuatan aspek sosial dan budaya dan bahkan aspek-aspek tersebut dapat mengekspresikan diri kita sendiri secara informal, artistic, dan kreatif. Secara kompleks sebuah cerita rakyat menyampaikan banyak pesan dan makna yang sangat kaya terhadap masyarakat.
-          Bagaimana sebuah cerita rakyat yang telah dianalisis menggunakan pendekatan feminism kemudian dapat berpengaruh dan bermakna pada masyarakat khususnya perempuan jika pada kenyataannya mereka tidak mengerti secara  utuh apa yang dimaksudkan dan fungsi dalam cerita tersebut selain hanya sebagai mitos belaka?



PENDEKATAN STRUKTURAL DALAM FOLKLORE


PENDEKATAN STRUKTURAL DALAM FOLKLORE

Dalam bukunya Living Folklore Martha C Sims Martine Stephens memberikan penjelasan tentang pendekaatan strukturalisme dalam folklore seperti dalam cerita rakyat dan teka-teki yang mengandung beberapa struktur. Kajian strukturalisme mencoba mengungkapkan pola dasar suatu folklore yang saling berhubungan satu sama lain sehingga membentuk suatu folklore itu sendiri seperti dalam cerita rakyat misalnya terdapat sebuah struktur cerita atau  yang biasa dikenal sebagai unsur intrinsik dalam sebuah cerita yang mencangkup alur, setting (tempat, waktu,keadaan), penokohan (antagonis, protagonist, dan tritagonis), point of view, gaya bahasa, dan amanat .
Teka-teki juga mempunyai beberapa struktur. Teka-teki biasanya berbentuk verbal dan lebih berbentuk pernyataan atau pertanyaan dan membutuhkan sebuah pemecahan untuk mendapatkan jawabannya. Robert George dan Allan Dundes menjelaskan bahwa teka teki dimulai dengan unsur descriptive yang terdiri dari topik, objek yang dijelaskan, dan komentar yang memberikan informasi lanjutan dari pernyataan. Lelucon, cerita rakyat, dan teka-teki kadang terlalu bergantung pada strukturnya, jika strukturnya tidak teratur maka cerita rakyat, lelucon, dan teka-teki sangat susah untuk dipahami.
Pada awalnya para peneliti folklore hanya mempelajari cerita rakyat tentang asal muasal terjadinya alam semesta dan mitos-mitos sakral yang ada pada masyarakat dan diyakini kebenaranya. Penafsiran folklore tidak hanya dilakukan pada folklore lisan saja. Namun juga  folklore yang bersifat material seperti Henry Glassie yang menganalisis aturan dan hukum arsitektur vernacular pada perumahan fok di Virginia bagian tengah pada tahun 1975. Banyak keuntungan yang diperoleh dengan adanya struktur yaitu diantaranya dapat memudahkan para sarjana ini untuk menganalisa beberapa folklore dan membantu mengungkap unsur-unsur dasar yang kemudian dapat diklasifikasikan berdasarkan genrenya, dapat menganalisa pengertian yang lebih luas tentang jenis folklore apa yang dianalisa Misalnya cerita rakyat yang awalnya hanya dianggap sebagai ranah pengetahuan dan hiburan anak-anak saja namun setelah dianalisis struktur dalam ceritanya ditemukan beberapa hubungan karakteristik antar pola linguistik dan kognitif yang dalam, dan dapat mempelajari persamaan dan perbedaan antar cerita tradisional kebudayaan yang berbeda.


Jumat, 02 Mei 2014


KAITAN TEORI PSIKOLOGY DASAR DENGAN CONTOH CERITA DALAM FILM “MIRACLE WORKER”

Music by William Goldstein
Film editor : maryann Brandon
Production designer :Lindsey hermer bell
Director of photography : david parker, A.C.S
Produced by : suzy beugen-bishop
Executive producer : charles hischhorn, peter M. green
Teleplay by : monte merrick
Based upon the play by : William Gibson
Directed by : nadia tass
Casting by : donna Rosenstein, C.S.A
Unit production manager : nan skiba
First assistant director : david Robertson
Second assistan director : rose Tedesco
Costume designer : chris hargadon
Set decorator : odetta Stoddard
Script supervisor : patricia lambkin
Horses and carriages : Thomas bishop
Property master : Michael tawton
Key make up : Sandra moorc
Hair staylist : cathy shibley
Production coordinator : nicki skinner
Canadian casting : john Buchan
Unit manager : joe barzo
Transportation coordinator : orest muz
Production sound mixer : rob sherer
Lab services : the lab
Thelecine : magnetic north
Post production : digital magic company
Visual effects by : gajdecky
Post production sound : Buena vista sound

FOUNTAIN PRODUCTION
WALT DISNEY


Helen keller adalah gadis tunarungu,tunawicara,dan tunanetra yang dikarenakan kecelakaan saat Helen berumur 8 bulan, tak banyak hal yang dapat ia lakukan kecuali merasa marah,menendang,mengamuk,dan bertindak semaunya. Nyonya katerine adalah ibu yang sangat menyayanginya meski Helen hanya dapat berbuat ulah. Setiap kali Helen berulah ia hanya dapat tenang sementara ketika seseorang memberikannya permen.

Suatu hari nyonya katerine berharap ada keajaiban pada Helen dengan mendatangkan guru dan pengasuh untuk Helen yaitu nona anne Sullivan yang seorang guru kebanggaan dari perkins institute for the blind dan terus berharap gurunya ini dapat mengajari Helen menjadi pribadi yang berbeda, namun nona anne juga mempunyai masa lalu yang rumit sehingga dia mempunyai sikap yang agak kasar dan disiplin. pada awalnya nona anne pesimis dapat mengajari anak dengan kebutuhan khusus seperti kasus Helen karna sikapnya yang tidak sabaran. Tapi ia tetap menerima tawaran tersebut karna menganggap itu sebuah tantangan baginya.
Kedatangan nona anne disambut hangat oleh keluarga keller tapi ternyata cara mengajar nona anne sangat kasar dan tidak sabar sehingga membuat keluarga keller tak tega melihat Helen tapi nona anne beranggapan bahwa keluarga keller terlalu memanjakan Helen seperti saat Helen makan dengan tidak sopan menggunakan kedua tangannya dan memasukkan semua makanan yang ia pegang kedalam mulutnya saat ia lapar.

Awalnya sangat sulit mengajari Helen karna ia penuh dengan kemarahan tapi hal itu tak membuat nona anne pantang mundur mengajari Helen berperilaku sopan dan mengajari helen berbagai kosakata yang ia ajarkan dengan cara menempelkan tangannya yang membentuk huruf-huruf di telapak tangan Helen, tapi nona anne menganggap cara mengajarnya kurang efektif karna ia selalu diawasi oleh keluarga keller, maka dari itu kemudian nona anne meminta 2 minggu penuh bersama Helen di pondok kecil yang jauh dari keluarga kellen, meskipun dengan berat hati akhirnya keluarga kellen mengijinkan nona anne bersama Helen selama 2 minggu penuh.
Selama 2 minggu nona anne bersama Helen, banyak kosakata yang Helen pelajari seperti air,bunga,daun,telur. juga banyak perubahan sikap yang terjadi pada Helen seperti makan dengan sendok,duduk dengan tenang,menjahit dan lain-lain. Tapi nona anne beranggapan waktu 2 minggu kurang untuk mengajar Helen tapi keluarga keller tak mengijinkan waktu lebih banyak untuk nona anne meskipun nona anne belum merasa puas dengan perkembangan Helen terkadang nona Anne memberikan Hellen kue atau permen sebagai hadiah atas pembelajaran yang telah dilewati salama satu hari meskipun perkembangannya tidak teralu baik agar Hellen merasa tenang dan senang.
2 minggu setelah waktu yang ia lewati bersama Helen akhirnya Helen dijemput oleh keluarga keller dan membuat nona anne merasa keberatan meskipun begitu nona anne tidak dapat melanggar perjajiannya dengan keluarga keller.

Hari pertama kepulangan Helen ke rumahnya kembali membuat keluarga keller senang atas kemajuan pesat yang dialami Helen tapi saat akan makan Helen menolak memakai serbet dan membuangnya serta menyiram nona anne dengan air sehingga membuat nona anne geram dan menggendong Helen keluar rumah untuk memompa air lagi dan saat air yang dari pompa mengalir membasahi tangan helen sebuah keajaiban terjadi,Helen dapat mengeja air(w-a-t-e-r) dengan benar dan kemudian ia dapat mengeja benda lain dengan benar serta dapat membedakannya. Helen juga dapat mengeja ibu (m-o-t-h-e-r), guru (t-e-a-c-h-e-r),dan p-a-p-a. semua keajaiban itu membuat nona anne dan keluarga keller sangat bahagia.

Anne Sullivan terus menjadi guru Helen seumur hidupnya. Helen keller lulus dari Radcliff college dengan gelar kehormatan dan menjadi pengacara ternama di dunia dalam masalah persamaan social. Dia dianugerahi medali kehormatan dari president.



KAITAN KASUS DENGAN TEORI-TEORI DALAM PSIKOLOGY

TEORI PRESEPSI DAN SENSASI

• Sensasi : proses mekanisme sensorik terhadap stimuli
Kaitan dalam kasus : hellen keller menyentuh air dan mencium bau bunga.
• Presepsi : sekumpulan tindakan mental yg didahului oleh proses penginderaan dan mengatur impuls2 sensorik menjadi suatu pola bermakna
kaitan dalam kasus :Helen keller dapat mengeja water(w-a-t-e-r) setelah menyentuh air dan menyimpulkan benda yang ia sentuh tersebut meupakan air.

TEORI MOTIVASI

Motivasi : faktor yang mengarah dan memberikan energi pada manusia dan organisme lainnya.
• Teori pendekatan insting (proses belajar)
Kaitan dalam kasus : Helen keller belajar mengeja setiap benda-benda yang ia sentuh.
• Teori pendekatan drive reduction (dorongan primer dan sekunder)
Kaitan dalam kasus : Helen keller akan melahap semua makanan yang ia pegang dikedua tangannya saat ia merasa lapar.
• Teori pendekatan arousal (Keyakinan bahwa kita mencoba mempertahankan level stimulasi & aktivitas tertentu dgn meningkatkan atau menurunkannya sesuai dgn yg dibutuhkan).
Kaitan dalam kasus : nona Anne Sullivan ingin mengubah cara Hellen bersikap yang kasar dan penuh kemarahan, agar ia dapat bersikap sopan dengan mengajarinya segala hal.
• Teori pendekatan insentif (keinginan external)
Kaitan dalam kasus: meskipun sudah kenyang, hellen keller tetap tergoda untuk makan permen saat ia marah.
• Teori pendekatan kognitif (pengaruh dari harapan dari dalam diri sendiri)
Kaitan dalam kasus : nyonya katerine (ibu hellen) berharap ada keajaiban pada Helen dengan mendatangkan guru dan pengasuh untuk Helen yaitu nona anne Sullivan yang seorang guru kebanggaan dari perkins institute for the blind dan terus berharap gurunya ini dapat mengajari Helen menjadi pribadi yang berbeda.

TEORI BELAJAR

Belajar : proses dimana suatu aktifitas berasal atau berubah melalui reaksi pada situasi yang ditemui.
Pengkondisian klasik : sebuah perubahan yang relative menetap dalam perilaku ( atau yang berpotensi sebagai perilaku akibat dari pengalaman)
Prinsip dalam kondisioning klasik
• Ekstinksi : respon yang kemudian dihilangkan
Kaitan dalam kasus : ketika hellen mengamuk, ia akan mendapatkan permen namun saat proses pembelajaran yang dilakukan nona anne meskipun saat hellen mengamuk ia tidak akan mendapatkan permen maka, tapi saat hellen menurut kepada nona anne ia akan mendapatkan permen maka, untuk mendapatkan permen lagi hellen harus menurut pada nona anne.
• Generalisasi : ketika mempelajari respon terkondisi terhadap stimulus baru ada respon yang sama terhadap stimulus yang serupa.
Kaitan dalam kasus : Hellen merasa tenang saat diberi permen atau kue.

Rabu, 23 April 2014

WISATA PASIR PUTIH
Destinasi Utama Wisata Bahari Situbondo


Kota situbondo merupakan salah satu kota yang terletak di daerah pesisir pulau jawa dan berbatasan langsung dengan tiga kabupaten yaitu probolinggo, bondowoso, dan banyuangi. Perekonomian di kota ini terlihat aktif dengan letaknya yang strategis di tengah transportasi Jawa-Bali dan dikelilingi dengan banyak perkebunan seperti perkebunan tembakau, tebu, dan kopi luwak. Situbondo mempunyai pelabuhan panarukan yang terkenal sebagai ujung timur dari jalan raya pos anyer-panarukan yang dibangun oleh Daendels pada era kolonial Belanda. Situbondo juga terkenal dengan banyaknya usaha-usaha perikanan dan kerajinan hasil laut yang sesuai dengan lokasi situbondo yang sepanjang kotanya mempunyai wilayah pesisir dengan banyak wisata bahari.

Salah satu destinasi wisata bahari situbondo adalah pantai pasir putih di kecamatan bungatan kabupaten Situbondo dengan berbatasan langsung dengan wisata hutan lereng gunung Ringgit. Harga tiket masuk untuk anak kecil berkisar antara tiga ribu rupiah hingga lima ribu rupiah, untuk dewasa dari tujuh ribu rupiah hinggaa delapan ribu rupiah, sedangkan untuk rombongn keluarga degan menggunakan mobil lebih murah yaitu sepuluh ribu rupiah dan tidak dihitung per-orangan.
Wisata pantai ini sesuai dengan namanya pantainya memanglah sangat putih bersih dengan hamparan birunya air laut selat Madura yang menghampar dan dengan ber-background barisan pohon kelapa, cemara udang dan lereng gunung Riggit serta rimbunnya hutan jati dengan banyak satwa liar seperti kera atau lutung yang terkadang tak malu untuk memperlihatkan diri di atas pohon atau bahkan turun ke tepian jalan raya pantura.
Air laut yang tenang dan jarangnya ombak besar membuat wisata pantai pasir putih selalu menjadi destinasi wisata keluarga favorit karena dianggap lebih aman khususnya anak-anak bagi warga lokal di Situbondo dan Bondowoso di hari libur lebih-lebih di hari besar seperti lebaran dan tahun baru para pengunjung akan meningkat 90 persen dari hari biasa hingga kadang membuat macet jalan raya pantura.

Penjual sate ayam, lontong sayur, aneka sea food, aneka es dari bahan dasar kelapa muda, dan masih banyak yang lainnya menjadi surga kuliner para pelancong dari dalam maupun luar daerah yang dapat dinikmati bersama keluarga di gazebo kecil yang tersedia, di tepi pantai dengan menggunakan tikar sewaan, atau di dermaga kayu yang menjadi tempat favorit untuk menikmati keindahan laut pasir putih.

Banyak fasilitas bermain favorite yang dapat dinikmati seperti naik perahu bersama keluarga, menikmati indahnya terumbu karang yang memanjang hingga radius empat kilo meter dengan menggunakan kaca/glass boat, diving, menyelam, berkano, berenang, mengapung dengan pelampung/ ban jumbo, berlayar/sailing cross, memancing, berenang di kolam renang air tawar, serta berbagai jenis olahraga air yang telah disediakan dengan tariff sewa mulai dari 5 ribu rupiah untuk satu ban jumbo hingga harga terjangkau lainnya untuk menyewa peralatan olahraga air. Sensasi unik mengapung di pantai pada malam hari juga merupakan daya tarik bagi beberapa turis mancanegara karena kehangatan air lautnya meskipun pada malam hari dengan arusnya yang tenang.
Sunset di pasir putih juga tak kalah indahnya dengan sunset di pulau dewata Bali, apalagi dengan topograi unik pantainya yang melengkung yang menghadap ke laut membentuk gugusan panorama yang indah pada sore hari.

Terdapat beberapa spot gugusan terumbu karang yang menjadi tujuan para penyelam untuk memuaskan rasa penasaran mereka. Tiga gugusan berada tak jauh dari daratan yaitu gugusan watu lawang, teluk pelita, dan karang mayit. Ketiganya terletak berdekatan dengan kedalaman yagng bervariasi antara tiga hingga lima belas meter, disini terlihat jelas dengan mata yang tidak memakai alat bantu apa-apa terumbu karang berwarna-warni dan hewan-hewan laut berpori, bintang laut dan banyakya ikan yang berwarna-warni pula seakan seragam dengan terumbu karangnya.

Gugusan lain terletak lebih jauh dari daratan, gugusan ini terletak ditengah laut dan biasanya dijangkau dengan perahu motor selama dua jam. Gugusan ini dalah gugusan kembangsambi dan takat palapa yang menjadi rumah bagi siput laut (nudibranch chromodoris) dan penyu sisik yang dilindungi karena kelangkaannya.
Untuk menikmati indahnya gugusan terumbu karang ini tak perlu menjadi penyelam handal. Beberapa klub selam professional siap memandu para wisatawan untuk menyelam dan memanjakan mata dengan keindahan bawah laut pasir putih. Para peneliti dari badan peneliti ilmu kelautan dan perikana Situbondo serta para pecinta lingkungan juga rutin berkunjung untuk menanam terumbu karang baru dan mengganti terumbu karang yang rusak karena factor alam maupun karena ulah manusia.

Penjual aneka souvenir khas pasir putih juga sangat banyak, hamper di setiap sudut pantai ini bisa ditemukan para penjual pernak-pernik khas pasir putih seperti kerajinan tangan dari kerang-kerangan seperti gantungan kunci, figura foto, cermin, korden, accessories dari bahan mutiara budiaya seperti kalung, gelang, anting, cincin, miniature kapal selam dalam botol, beragam model baju pantai, baju renang, dan msih banyak lagi yang bisa dibeli dengan harga sangat terjangkau.

Bagi para wisatawan yang akan menginap terdapat banyak hotel, penginapan, serta motel yang banyak disediakan mulai dari harga yang relative murah hingga yang mempunyai fasilitas lengkap dengan harga dua sampai tiga ratus ribu per-malam atau bagi para wisatawan yang ingin berkemah, terdapat arena perkemahan yang terletak berdampingan dengan kantor perhutani dan taman bermain.
Berbagai pertunjukan seperti konser atau pertunjukan budaya sering diadakan di pasir putih dengan berbagai event seperti event petik laut misalnya yang diadakan pada bulan oktober setiap tahunnya dan bisa berlangsung selama satu hari satu malam bahkan kadang sampai tiga hari tiga malam. Acara ini dilakukan dengan upacara larung sesaji ke laut dengan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas rejeki yang melimpah pada satu tahun sebelumnya.

Acara ini sekaligus menjadi ajang pariwisata dan budaya yang mencerminkan masyarakat Situbondo dengan kekompakan dan kebersamaan para warga yang menyemarakkan acara dengan meriah tanpa adanya perselisihan dan pertikaian. Dalam acara ini dilangsungkan sebuah larung sesaji dimana Sesaji yang dilarung meliputi alat rumah tangga, peralatan dapur, beberapa potong pakaian dan sarung, buah-buahan, dan yang terakhir adalah kepala sapi yang merupakan sesaji paling utama dan paling wajib. Semua sesaji ini diletakkan pada wadah berbentuk menyerupai perahu yang dibuat dengan menggunakan batang pisang dan dihias menggunakan kain warna warni atau bunga-bungaan yang dirangkai sedemikian rupa sehingga terlihat lebih menarik.

Sesaji yang telah siap dengan semua kelengkapan dan hiasannya kemudian “diselameti” dengan doa-doa dari para tetuah desa atau jika di desa yang mayoritas muslim biasannya diselameti dengan pembacaan ayat-ayat Al-Quran dan pembacaan doa-doa dari ustad atau kiai. Setelah ritual pembacaan doa selesai acara larung sesaji siap dilaksanakan. Sebelum dilarung biasanya sesaji diarak oleh perahu-perahu hias yang mengikuti lomba perahu hias mengelilingi beberapa gugusan pantai yang jaraknya hanya satu kilo dari tempat awal sesaji diarak. Sesaji diarak dengan ditarik menggunakan perahu nelayan yang paling besar yang biasa disebut sebagai “salerek” pada masyarakat madura. Setelah arak-arakan telah dianggap cukup dengan mengitari gugusan pantai selama dua atau tiga kali putaran maka sesaji siap untuk dilarung ke laut dengan meriah dan teriakan kebahagiaan para masyarakat yang ikut dalam acara larung sesaji dengan menaiki perahu-perahu hias para nelayan.

Wisata pasir putih juga sangat berpengaruh pada masyarakat sekitarnya seperti pada masyarakat desa pasir putih, bungatan, blitok, mlandingan, dan selomokti yang sebagian kecil menjadi produsen tetap dan pengrajin sovenir khas pasir putih. Mereka menggantungkan nasib dengan menjual produk rumahan mereka pada beberapa toko sovenir di pasir putih atau beberapa dari mereka mempunyai toko sendiri di tempat pariwisata tersebut. Namun untuk satu tahun terakhir pembangunan pasir putih yang mulai menurun kualitasnya membuat tempat wisata ini semakin sepi sehingga para produsen ini terancam gulung tikar dan mulai menjual hasil produksinya keluar jawa seperti Bali dan Lombok dan tidak hanya menjualnya di pasir putih saja.

Menurunnya kualitas destinasi pariwisata situbondo ini membuat pemerintah kota tidak diam saja, pada tahun 2014 muai diadakan pembangunan dan renovasi pada wisata ini secara berkala untuk memikat para wisatawan kembali dan menjadikan parir putih tetap dikenal dengan keindahannya. Pembangunan ini mulai terlihat dengan adanya perenovasian dermaga dan beberapa hotel serta penambahan fasilitas umum.